"Trump Bukanlah Pemimpin Bermoral di Dunia"

Kompas.com - 21/06/2018, 06:00 WIB
Presiden AS Donald Trump berbicara dalam rapat kabinet di Gedung Putih, Washington DC, Senin (20/11/2017).SAUL LOEB / AFP Presiden AS Donald Trump berbicara dalam rapat kabinet di Gedung Putih, Washington DC, Senin (20/11/2017).

STRASBOURG, KOMPAS.com - Lembaga pengawas HAM, Dewan Eropa, mengecam keras kebijakan imigrasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Jenderal Dewan Eropa, Thorbjorn Jagland, seperti dilansir AFP via Yahoo News Rabu (20/6/2018).

Jagland mengacu kepada kebijakan imigrasi kontroversial Trump yang memisahkan migran anak-anak dari orangtuanya, dan membawa mereka ke kamp penampungan "usia muda".

Baca juga: Kebijakan Imigrasi Trump Bikin Orangtua dan Anak Terpisah


"Apa yang terjadi di perbatasan Meksiko-AS menunjukkan dia bukanlah pemimpin bermoral di negerinya, apalagi di dunia," kecam Jagland dilansir media Norwegia TV2.

"Apapun yang dia lakukan tidak mencerminkan peranan sebagai seorang Presiden AS yang seharusnya," tambah politisi Norwegia itu.

Jagland melanjutkan, melihat kebijakan Trump, dia melihat presiden 72 tahun seharusnya tidak boleh berbicara dengan mengatasnamakan negara bebas.

Dewan Eropa merupakan organisasi yang menegakkan HAM, demokrasi, serta hukum di Eropa yang didirikan pada 1949, dan beranggotakan 47 negara.

Adapun Jagland merupakan satu dari lima anggota Komite Nobel Norwegia yang setiap tahun selalu memberi penghargaan Nobel Perdamaian.

Sempat santer banyak pihak menjagokan Trump untuk mendapatkan Nobel Perdamaian karena pertemuannya dengan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un.

Pertemuan yang berlangsung di Singapura pada pekan lalu (12/6/2018) itu antara lain menyepakati denuklirisasi total di Semenanjung Korea.

Sejak diumumkan oleh Jaksa Agung Jeff Sessions pada 7 Mei lalu, kebijakan bernama "Toleransi Nol" ini menjadi polemik polemik dan menuai kecaman.

Mantan Presiden Barack Obama berkata Trump harus segera mengakhiri peraturan imigrasi yang disebutnya sangat "kejam" tersebut.

Dalam unggahannya di Facebook, Obama mengajukan pertanyaan setelah melihat banyak migran orangtua harus melihat anak-anak dipisahkan dari mereka.

"Apakah kita adalah negara kejam yang merampas anak dari pelukan orangtuanya, atau negara yang menghargai nilai-nilai keluarga?" tanya Obama.

Perdana Menteri Inggris, Theresa May, juga mengatakan gambar-gambar ketika migran anak ditempatkan di kamp Texas Selatan "sangat mengganggu dan memilukan".

Adapun Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, menuturkan bahwa keputusan presiden berusia 72 tahun itu sangat salah.

"Jelas, itu bukan cara kami menangani masalah imigrasi di Kanada. Saya tak bisa membayangkan bagaimana pasangan itu melewatkan hari-harinya," beber Trudeau.

Baca juga: New York akan Gugat Pemerintahan Trump atas Kebijakan Imigrasi AS



Terkini Lainnya


Close Ads X