Kompas.com - 19/06/2018, 20:46 WIB
Aksi imigran memanjat pagar perbatasan antara AS-Meksiko di pantai Tijuana, dekat Samudra Pasifik, Minggu (29/4/2018). (AFP/Guillermo Arias) Aksi imigran memanjat pagar perbatasan antara AS-Meksiko di pantai Tijuana, dekat Samudra Pasifik, Minggu (29/4/2018). (AFP/Guillermo Arias)

LORENSKOG, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa, Antonio Guterres menyatakan, masalah imigrasi dan gelombang imigran ilegal yang terjadi di sejumlah negara merupakan suatu hal yang tidak terelakkan.

Isu migran yang kini tengah menjadi pembahasan yakni situasi para imigran yang terkatung-katung di sekitar laut Mediterania, di mana tiga negara Eropa telah membentuk poros melawan gelombang imigrasi ilegal.

Selain itu di AS, pemerintahan Presiden Donald Trump yang tengah menjadi sorotan karena tindakannya yang memisahkan anak-anak imigran dari orangtua mereka yang masuk secara ilegal.

Baca juga: Trump: AS Tidak akan Pernah Jadi Kamp Para Migran

Guterres menyampaikan, setiap negara memiliki hak untuk mengadopsi kebijakan imigrasi mereka sendiri. Namun dia menekankan, kebijakan tersebut tetap harus memperhitungkan hak asasi manusia pada migran.

Ditambahkan Guterres, yang juga penting diperhatikan adalah adanya kerja sama internasional yang lebih relevan dibandingkan dengan yang terjadi saat ini.

"Permasalahan migrasi ini adalah fenomena yang tidak terhindarkan," kata Guterres kepada wartawan di Lorenskog, Norwegia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Guterres menjadikan ibunya sendiri yang berusia 95 tahun dan kini tinggal di Portugal dan dirawat oleh para migran.

"Saya tidak pernah bertemu ada orang Portugal yang merawat ibu saya. Yang merawat dia selama ini selalu migran dan jelas bagi saya bahwa migrasi adalah sebuah kebutuhan," kata Guterres, dilansir AFP.

"Dan jika migrasi telah menjadi kebutuhan, maka akan lebih baik mengorganisasikannya, lebih baik untuk mengaturnya."

"Lebih baik mewujudkannya dengan cara di mana negara bekerja sama satu sama lain, dengan hubungan yang salin menguntungkan untuk semua pihak. Terutama bagi para migran yang saat ini dalam kondisi yang putus asa," tambah Guterres.

Baca juga: Italia Bersiap Kirim 629 Migran Telantar ke Spanyol

Komunitas internasional dijadwalkan untuk bertemu di Marrakech, Maroko pada 10-11 Desember mendatang untuk membahas masalah migran.

Pertemuan tersebut diharapkan akan menghasilkan pakta global untuk migrasi yang aman dan teregulasi.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.