Kompas.com - 19/06/2018, 19:29 WIB
Presiden Perancis, Emmanuel Macron AFPPresiden Perancis, Emmanuel Macron

PARIS, KOMPAS.com - Presiden Perancis Emmanuel Macron menegur seorang remaja yang memanggil hanya nama depannya saat berkunjung ke Mont Valerien.

Awalnya, Macron bersalaman dengan warga di tempat yang menjadi saksi eksekusi pasukan pemberontak Perancis saat Perang Dunia II.

Dilansir AFP via The Guardian Selasa (19/6/2018), saat bersalaman itu seorang remaja laki-laki menyapanya dengan kalimat "apa kabar Manu?".

Baca juga: Soal Iran, Netanyahu Tetap Berbeda Pendapat dengan Macron

Sontak, presiden 40 tahun tersebut langsung menegurnya. "Tidak, tidak. Engkau tidak boleh mengatakan hal seperti itu," katanya.

Remaja yang sangat malu itu kemudian meminta maaf dengan menambahkan "Tuan Presiden". Namun, Macron memutuskan untuk menasihatinya.

Macron berkata, remaja itu berada dalam sebuah kegiatan resmi di mana tengah dilantunkan the Chant des Partisans atau Nyanyian Pemberontak Perancis.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kau harus menjaga sikap. Mungkin di tempat lain kau boleh nakal. Tapi saat ini, tolong panggil saya Tuan Presiden atau Pak. Ok?" tegas Macron.

"Baik Pak," kata remaja tersebut. Macron kemudian juga menanggapi beberapa remaja yang menyanyikan lagu Sosialis The Internationale.

Dia berkata kepada remaja yang bernyanyi itu, mungkin akan ada di antara mereka yang bakal memimpin sebuah gerakan revolusi.

"Namun, sampai saat itu tiba, sebaiknya kalian belajar hingga meraih gelar sarjana, dan memperbaiki perilaku kalian," kata Macron.

Dilaporkan, Macron menerima kritik karena dia dianggap kurang mempunyai empati terhadap kalangan orang tidak punya.

Baca juga: Sungai Moskwa, Asal Nama Ibu Kota Rusia

Pekan lalu, beredar sebuah video yang memperlihatkan Macron mengeluhkan Perancis harus mengeluarkan dana besar untuk program kesejahteraan kaum miskin.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X