Pemimpin Oposisi Rusia Serukan Aksi Protes Nasional selama Piala Dunia

Kompas.com - 19/06/2018, 18:04 WIB
Politisi oposisi Rusia Alexei Navalny bersiap untuk wawancara dengan Associated Press di Moskow, Rusia, Senin (18/12/2017). (AP via VOA News) Politisi oposisi Rusia Alexei Navalny bersiap untuk wawancara dengan Associated Press di Moskow, Rusia, Senin (18/12/2017). (AP via VOA News)

MOSKWA, KOMPAS.com - Politisi oposisi Rusia, Alexei Navalny, kembali menyerukan kepada para pendukungnya untuk melakukan aksi protes secara nasional.

Aksi protes kali ini untuk menentang rencana pemerintah Rusia yang ingin menaikkan usia pensiun negara bagi warganya yang akan mulai diberlakukan pada tahun 2028 mendatang.

Navalny, melalui akun media sosialnya, menyerukan aksi turun ke jalan pada 1 Juli mendatang.

"Mari kita jujur, peningkatan usia pensiun negara oleh Putin dan (Perdana Menteri) Medvedev adalah kejahatan murni."

"Ini adalah perampokan puluhan juta orang dengan kedok reformasi yang melampaui batas," tulis Navalny.

Baca juga: Pemimpin Oposisi Rusia Dijatuhi Hukuman Penjara 30 Hari

Kremlin mengumumkan pada Kamis (14/6/2018), akan menaikkan usia pensiun negara menjadi 65 tahun untuk pria dari sebelumnya 60 tahun.

Pengumuman yang dilakukan bertepatan dengan dimulainya agenda Piala Dunia 2018, diduga disengaja untuk menyamarkan pengumuman tersebut.

Navalny menyebut timnya telah mengajukan izin untuk menggelar aksi demonstrasi di kota-kota yang tidak menjadi tuan rumah pertandingan Piala Dunia, yang berarti masih sejalan dengan larangan pemerintah untuk menggelar protes selama event berlangsung sejak 15 Juni hingga 15 Juli.

Namun dia juga menyerukan kepada warga Rusia untuk menggelar aksi secara nasional, yang berarti tidak menutup kemungkinan terjadi di Moskwa dan kota besar lainnya.

Navalny tidak hanya mengajak kepada pendukungnya namun warga Rusia secara keseluruhan karena dampak kebijakan terkait usia pensiun yang akan dirasakan setiap warga negara.

Petisi

Lebih dari 1,5 juta warga Rusia telah menandatangani petisi menentang proposal kenaikan usia pensiun negara itu, yang akan menjadi kenaikan pertama sejak berpuluh tahun lalu.

Usia pensiun negara di Rusia saat ini masih sama dengan masa Uni Soviet, yakni 55 tahun untuk perempuan dan 60 tahun untuk pria.

Banyak pihak menilai kenaikan usia pensiun tersebut tidak masuk akal lantaran usia harapan hidup rata-rata warga Rusia yang tidak berbeda jauh dengan usia pensiun mereka saat ini.

Baca juga: Sempat Ditahan karena Berunjuk Rasa, Pemimpin Oposisi Rusia Dibebaskan



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X