Kim Jong Un Berkunjung Ke China Selama Dua Hari

Kompas.com - 19/06/2018, 10:25 WIB
Gambar ini diambil dari rekaman video yang dirilis oleh China Central Television (CCTV) pada Rabu (28/3/2018) menunjukkan Presiden China Xi Jinping (kanan) dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berjabat tangan selama pertemuan mereka di Beijing pada Selasa (27/3/2018). (CCTV/AFP) Gambar ini diambil dari rekaman video yang dirilis oleh China Central Television (CCTV) pada Rabu (28/3/2018) menunjukkan Presiden China Xi Jinping (kanan) dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berjabat tangan selama pertemuan mereka di Beijing pada Selasa (27/3/2018). (CCTV/AFP)

BEIJING, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi China pada Selasa (19/6/2018) dan akan berada di negara tersebut hingga Rabu (10/6/2018).

Demikian laporan dari lembaga penyiaran negara, CCTV, sepekan setelah Kim bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Singapura.

CCTV tidak menyebutkan apakah Kim sudah tiba di Beijing atau belum. Namun, jalan raya menuju bandara telah diamankan sejak Selasa (19/6/2018) pagi.

Ini merupakan kunjungan Kim ke China untuk ketiga kalinya sejak Maret 2018.

Baca juga: Kim Jong Un Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke Xi Jinping

Laporan jurnalis AFP di Pyongyang, Korea Utara, menyebutkan, satu-satunya jadwal penerbangan internasional, Air Koryo, dengan rute tujuan Beijing telah ditunda tanpa alasan jelas.

Hal tersebut biasanya terjadi ketika Kim memutuskan untuk bepergian ke suatu tempat.

Harian bisnis Jepang Nikkei melaporkan, Kim diperkirakan akan berjumpa dengan Presiden Xi Jinping untuk membahas hasil pertemuannya dengan Trump dan mendiskusikan strategi kerja sama di masa depan dengan China.

Kim juga diyakini akan mencari dukungan dari China terkait pengurangan sanksi ekonomi sebagai imbalan atas komitmennya melakukan denuklirisasi.

Sebelumnya, China menyarankan Dewan Keamanan PBB agar dapat mempertimbangkan pengurangan sanksi ekonomi terhadap Korut.

China memang bukan pemain utama dalam negosiasi di Singapura yang bersejarah, tapi negara itu tetap mempertahankan pengaruh kuat di belakang layar.

Baca juga: Trump Beri Nomor Teleponnya ke Kim Jong Un

Kim bahkan sempat menyampaikan ucapan selamat dan mengirimkan bunga kepada Xi yang tepat berusia 65 tahun pada Jumat pekan lalu (15/6/2018).

Dalam pidato Kim, Xi dan China merupakan rekan yang bisa dipercaya, dan memainkan peranan penting dalam perkembangan yang terjadi baru-baru ini.

"Melalui ucapan ini, saya berharap hubungan dengan Kamerad Xi terus terjalin sehingga mengakar kuat, dan tidak tergoyahkan oleh apapun," ujar Kim.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP,SCMP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
Sandera 3 Nelayan Indonesia, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 8 Miliar

Sandera 3 Nelayan Indonesia, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 8 Miliar

Internasional
Jalankan Bisnis Penipuan Online dari Penjara, Napi Ini Raup Rp 14 Miliar

Jalankan Bisnis Penipuan Online dari Penjara, Napi Ini Raup Rp 14 Miliar

Internasional
Pelatih Kebugaran Meksiko Ini Ditemukan Tewas Ditembak dan Ditikam di Rumahnya

Pelatih Kebugaran Meksiko Ini Ditemukan Tewas Ditembak dan Ditikam di Rumahnya

Internasional
Kim Jong Un Tolak Undangan dari Presiden Korea Selatan

Kim Jong Un Tolak Undangan dari Presiden Korea Selatan

Internasional
Didesak Indonesia, DK PBB Keluarkan Status Ilegal Pemukiman Israel di Palestina

Didesak Indonesia, DK PBB Keluarkan Status Ilegal Pemukiman Israel di Palestina

Internasional
Video Ungkap Momen Polisi Selamatkan Bocah 8 Tahun yang Diculik

Video Ungkap Momen Polisi Selamatkan Bocah 8 Tahun yang Diculik

Internasional
Berkunjung ke Thailand, Paus Fransiskus Temui Pemimpin Tertinggi Agama Buddha

Berkunjung ke Thailand, Paus Fransiskus Temui Pemimpin Tertinggi Agama Buddha

Internasional
Akhirnya, DPR AS Sahkan UU Mendukung HAM dan Demokrasi Hong Kong

Akhirnya, DPR AS Sahkan UU Mendukung HAM dan Demokrasi Hong Kong

Internasional
Trump Disebut Perintahkan Tekan Ukraina untuk Selidiki Joe Biden

Trump Disebut Perintahkan Tekan Ukraina untuk Selidiki Joe Biden

Internasional
Takut Harga Minyak Naik, Trump Tak Menentang Putra Mahkota Saudi soal Pembunuhan Khashoggi

Takut Harga Minyak Naik, Trump Tak Menentang Putra Mahkota Saudi soal Pembunuhan Khashoggi

Internasional
Israel Gelar 'Serangan Skala Besar' terhadap Iran di Suriah

Israel Gelar "Serangan Skala Besar" terhadap Iran di Suriah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah | Pria 74 Tahun Ceraikan Istri 21 Tahun

[POPULER INTERNASIONAL] Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah | Pria 74 Tahun Ceraikan Istri 21 Tahun

Internasional
Gajah Bernama Osama bin Laden Ini Mati Setelah Injak 5 Orang hingga Tewas

Gajah Bernama Osama bin Laden Ini Mati Setelah Injak 5 Orang hingga Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X