Kompas.com - 19/06/2018, 09:38 WIB
Aksi imigran memanjat pagar perbatasan antara AS-Meksiko di pantai Tijuana, dekat Samudra Pasifik, Minggu (29/4/2018). (AFP/Guillermo Arias) Aksi imigran memanjat pagar perbatasan antara AS-Meksiko di pantai Tijuana, dekat Samudra Pasifik, Minggu (29/4/2018). (AFP/Guillermo Arias)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan, negaranya tidak akan menjadi kamp bagi migran ilegal dan pengungsi.

Pemerintahan Trump menghadapi kritik keras akibat kebijakan imigrasinya yang memisahkan anak-anak migran gelap dari orangtua mereka.

Sementara, Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS menyatakan, tidak memiliki kebijakan yang memisahkan anggota keluarga. Kasus krisis migran menjadi sorotan publik, setelah penangkapan terhadap mereka ketika melintasi perbatasan terus terjadi.

Migran orangtua dijebloskan ke dalam penjara sehingga terpisah dari anak-anak mereka.

Baca juga: Trump: AS Tidak akan Pernah Jadi Kamp Para Migran

Lalu, bagaimana kebijakan imigrasi pemerintahan Trump membuat anak-anak migran terpisah dari orangtua?

Semua ini berawal dari meningkatnya jumlah migran ilegal yang masuk ke AS. Dari Maret hingga Mei tahun ini, lebih dari 50.000 orang per bulan ditangkap karena masuk ke perbatasan AS dari Meksiko.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sekitar 15 persen migran yang menyeberang ke AS merupakan keluarga, dan 8 persen adalah anak-anak tanpa pengawasan orang dewasa.

Warga Meksiko bisa dikirim pulang ke negaranya, tapi jumlah migran yang melonjak dari Guatemala, Honduras, dan El Salvador, sulit untuk dideportasi.

Banyak atau bahkan hampir semua keluarga dan anak-anak yang tiba meminta suaka. Mereka khawatir dengan kekerasan di negaranya jika kembali pulang.

Baca juga: Melania Trump Ingin Krisis Migran di Perbatasan Meksiko Lekas Diakhiri

Sebelumnya, pencari suaka mendaftarkan kasus mereka dan kemudian dibebaskan kendati kasusnya masih dalam peninjauan.

Halaman:


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.