AS dan Korea Selatan Sepakat Tangguhkan Latihan Militer Gabungan

Kompas.com - 19/06/2018, 08:05 WIB
Anggota kru Angkatan Laut AS berdiri di depan pesawat tempur di dek kapal induk Nimitz USS Carl Vinson selama latihan militer gabungan Korea Selatan-AS di laut timur Semenanjung Korea pada 14 Maret 2017. )(AFP/Jung Yeon Je) Anggota kru Angkatan Laut AS berdiri di depan pesawat tempur di dek kapal induk Nimitz USS Carl Vinson selama latihan militer gabungan Korea Selatan-AS di laut timur Semenanjung Korea pada 14 Maret 2017. )(AFP/Jung Yeon Je)

SEOUL, KOMPAS.com - Militer Amerika Serikat dan Korea Selatan pada Selasa (19/6/2018) mengumumkan penangguhan latihan gabungan berikutnya.

Keputusan ini diambil menyusul ikrar Presiden AS Donald Trump untuk menghentikan latihan militer dengan Korsel, setelah bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Singapura pada pekan lalu.

Kementerian Pertahanan menyampaikan, penangguhan akan berdampak pada latihan militer terbesar yang dikenal dengan sebutan Ulchi Freedom Guardian pada Agustus mendatang.

Baca juga: Begini Perbandingan Militer Korsel dan Korut

"Korsel dan AS berencana melanjutkan pembahasan untuk tindakan lebih lanjut," demikian pernyataan dari Kemenhan Korsel.

"Tidak ada keputusan yang diambil untuk latihan selanjutnya," imbuhnya.

Ada sekitar 17.500 personel militer AS yang terlibat dalam latihan militer Ulchi Freedom Guardian.

"Tidak ada keputusan yang dibuat mengenai latihan perang berikutnya," kata juru bicara Pentagon Dana White.

White mengatakan Menteri Pertahanan AS Jim Mattis, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton akan bertemu akhir pekan ini di Pentagon untuk membahas masalah tersebut.

Pekan lalu, Trump mengatakan AS akan menghentikan latihan militer gabungan dengan Korsel, tanpa memperjelas kapan penangguhan akan dimulai.

Pasukan AS dan Korsel telah berlatih bersama selama bertahun-tahun dan secara rutin memoles kemampuan dalam hal apa saja, termasuk pendaratan pantai hingga menangani invasi dari Utara.

Korea Utara biasanya bereaksi dengan kemarahan mengetahui AS dan Korsel menggelar latihan militer gabungan.

Baca juga: Bakal Akhiri Latihan Militer dengan Korsel, Trump Dikritik

Setelah latihan militer gabungan pada tahun lalu, Korut menembakkan rudal balistik melewati Jepang sehingga memicu kekhawatiran global.

Pada pertemuan puncak mereka di Singapura, Trump dan Kim menandatangani pernyataan bersama, di mana Korut berkomitmen menuju denuklirisasi penuh di Semenanjung Korea.

Di sisi lain, Pompeo menekankan sanksi akan tetap berlaku sampai Korut melakukan denuklirisasi penuh, dapat diverifikasi dan tidak dapat diubah.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X