Kompas.com - 18/06/2018, 21:12 WIB

Adapun dua negara adidaya, AS dan Rusia, dikabarkan mengurangi stok nuklirnya. AS berkurang 6.480 dari 6.800, sedangkan Rusia 6.850 dari 7.000 dibanding 2017.

Adapun Korea Utara (Korut), negara yang menjadi fokus utama sepanjang 2018 ini, menambah nuklirnya dari 10 menjadi 20.

Total, sembilan negara, AS, Rusia, Inggris, Perancis, China, India, Pakistan, Israel, dan Korut memiliki 14.465 nuklir tahun ini.

Peneliti senior SIPRI, Shannon Kile berkata, dunia sebenarnya sudah berkomitmen melakukan denuklirisasi melalui Perjanjian Senjata Nuklir di 2017.

"Namun, modernisasi militer melalui nuklir membuat denuklirisasi total masih jauh dari kata berhasil," ucap Kile.

Ketua Dewan SIPRI Jan Eliasson menyatakan, pentingnya nuklir untuk menjaga keamanan suatu negara menjadi tren yang mengkhawatirkan.

"Dunia membutuhkan komitmen kuat untuk dari negara nuklir untuk melakukan proses denuklirisasi yang efektif dan legal," kata Eliasson.

Baca juga: Misil Balistik India Kini Diyakini Mampu Jangkau Seluruh Daratan China

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.