Rohingya Rayakan Idul Fitri dengan Demonstrasi Damai - Kompas.com

Rohingya Rayakan Idul Fitri dengan Demonstrasi Damai

Kompas.com - 16/06/2018, 20:30 WIB
Warga Rohingya melakukan aksi demonstrasi damai menuntut repatriasi layak dan pemberian status warga negara Myanmar Sabtu (16/6/2018). 2018 ini, mereka merayakan Idul Fitri untuk pertama kalinya pasca-mengungsi ke Bangladesh.AFP Warga Rohingya melakukan aksi demonstrasi damai menuntut repatriasi layak dan pemberian status warga negara Myanmar Sabtu (16/6/2018). 2018 ini, mereka merayakan Idul Fitri untuk pertama kalinya pasca-mengungsi ke Bangladesh.

COX'S BAZAAR, KOMPAS.com - Ratusan ribu masyarakat Rohingya di pengungsian Cox's Bazaar, Bangladesh, merayakan hari pertama Hari Raya Idul Fitri.

Namun, selain merayakannya dengan jamuan, seperti dilansir AFP Sabtu (16/6/2018), mereka juga melakukan unjuk rasa secara damai.

Awalnya warga Rohingya melaksanakan shalat Id di masjid kamp pengungsian Kutupalong pada Sabtu pagi waktu setempat.

Baca juga: Akhirnya Myanmar Sepakat Beri Akses PBB ke Desa Rohingya di Rakhine

Setelah itu, ratusan dari mereka kemudian melakukan unjuk rasa selama satu jam dengan membawa berbagai spanduk dan poster.

Mereka meneriakkan berbagai slogan seperti kewarganegaraan bagi Rohingya, merepatriasi Rohingya ke Myanmar secara layak, dan jaminan keamanan dari PBB.

"Kami juga meminta agar ada perwakilan Rohingya pada kesepakatan repatriasi," ujar pemimpin komunitas Rohingya, Mohammad Mohibullah.

Lebih lanjut, ini merupakan Lebaran pertama yang dilakoni oleh komunitas Rohingya sejak mereka mengungsi ke Bangladesh.

Sekitar 700.000 orang Rohingya meninggalkan Rakhine pada 25 Agustus  2017 ketika militer Myanmar menggelar operasi militer untuk memburu teroris.

Rahim Uddin menyatakan, meski terasa berbeda dibanding tahun lalu, dia mengaku tetap bersyukur masih bisa merayakan Idul Fitri.

"Setidaknya, kami mempunyai tempat yang damai untuk kami tinggali sehingga bisa merayakan. Kami bisa pergi ke masjid tanpa gangguan. Kami bersyukur pada Tuhan," tutur pria 35 tahun itu.

Dua orang pengungsi di Kutupalong, Manu Mia dan Gul Meher, memilih untuk berkorban sehingga anggota keluarga yang lain bisa merayakannya.

Manu misalnya. Dia memilih untuk menjual jatah makanannya di pasar setempat sehingga bisa membelikan anaknya baju baru.

Sementara Gul, nenek 80 tahun, membuatkan keluarganya hidangan mie bernama semai untuk putra serta keempat cucunya.

"Saya merasa sangat bahagia meski semai yang saya buat jumlahnya sangat sedikit. Hanya cukup untuk cucu-cucu saya," ujar Gul.

Baca juga: Myanmar Klaim Puluhan Warga Rohingya Bersedia Kembali Sukarela


Terkini Lainnya

TNI Manunggal Membangun Desa Sasar Bangun Desa di Sekitar Gede Pangrango

TNI Manunggal Membangun Desa Sasar Bangun Desa di Sekitar Gede Pangrango

Regional
Kapolda Jatim Minta Semua Polres Mencontoh Pelayanan Publik Polres Madiun

Kapolda Jatim Minta Semua Polres Mencontoh Pelayanan Publik Polres Madiun

Regional
Rumah Baru bagi Pasutri Lansia yang Anaknya 'Down Syndrome' Mulai Dibangun...

Rumah Baru bagi Pasutri Lansia yang Anaknya "Down Syndrome" Mulai Dibangun...

Regional
11 Fakta Dugaan Suap Proyek Meikarta yang Seret Bupati Bekasi

11 Fakta Dugaan Suap Proyek Meikarta yang Seret Bupati Bekasi

Nasional
Kronologi OTT Pejabat Pemkab Bekasi hingga Penyitaan Uang dan Mobil

Kronologi OTT Pejabat Pemkab Bekasi hingga Penyitaan Uang dan Mobil

Nasional
Ribuan Perempuan Berseragam 'Kompeni' Menari Angguk di Alun-alun Wates

Ribuan Perempuan Berseragam "Kompeni" Menari Angguk di Alun-alun Wates

Regional
5 BERITA POPULER NUSANTARA: Soal Mitigasi Gempa di Surabaya hingga Trauma Warga Sigi

5 BERITA POPULER NUSANTARA: Soal Mitigasi Gempa di Surabaya hingga Trauma Warga Sigi

Regional
Kejari Palopo: Tersangka Baru Kasus Jalan Lingkar Barat Bisa Bertambah

Kejari Palopo: Tersangka Baru Kasus Jalan Lingkar Barat Bisa Bertambah

Regional
Selain Suap, Bupati Bekasi Juga Disangka Terima Gratifikasi

Selain Suap, Bupati Bekasi Juga Disangka Terima Gratifikasi

Nasional
Ketua KPK: Sudah 2 Orang Terima Hadiah dari Melaporkan Kasus Korupsi

Ketua KPK: Sudah 2 Orang Terima Hadiah dari Melaporkan Kasus Korupsi

Regional
Jalan Jatibaru Dibuka Dua Arah, Angkot Bebas Melintas hingga Rute Transjakarta Dialihkan

Jalan Jatibaru Dibuka Dua Arah, Angkot Bebas Melintas hingga Rute Transjakarta Dialihkan

Megapolitan
Proyektil 'Peluru Nyasar' di Gedung DPR Dikirim ke Labfor Mabes Polri

Proyektil "Peluru Nyasar" di Gedung DPR Dikirim ke Labfor Mabes Polri

Megapolitan
Hari Ini, Bawaslu Datangi SMAN 87 untuk Minta Keterangan Siswa Terkait Dugaan Doktrin Anti-Jokowi

Hari Ini, Bawaslu Datangi SMAN 87 untuk Minta Keterangan Siswa Terkait Dugaan Doktrin Anti-Jokowi

Megapolitan
Jadi Saksi Kasus Dugaan Gratifikasi, Bupati Bandung Barat Terpilih Bantah Terima Uang

Jadi Saksi Kasus Dugaan Gratifikasi, Bupati Bandung Barat Terpilih Bantah Terima Uang

Regional
Bertemu Presiden Uganda, Kanye West Beri Hadiah Sepatu Kets Putih

Bertemu Presiden Uganda, Kanye West Beri Hadiah Sepatu Kets Putih

Internasional
Close Ads X