23 Orang Daftar Jadi Capres Zimbabwe, Termasuk Mnangagwa

Kompas.com - 15/06/2018, 18:16 WIB
Puluhan ribu masyarakat Zimbabwe berkumpul di Harare dalam demonstrasi besar-besaran dalam rangka mendesak Presiden Robert Mugabe mundur dari jabatannya (18/11/2017) AFPPuluhan ribu masyarakat Zimbabwe berkumpul di Harare dalam demonstrasi besar-besaran dalam rangka mendesak Presiden Robert Mugabe mundur dari jabatannya (18/11/2017)

HARARE, KOMPAS.com - Sebanyak 23 orang mendaftarkan diri sebagai calon presiden dalam pemilihan umum di Zimbabwe, termasuk Presiden Emmerson Mnangagwa.

Selain itu, mantan wakil presiden Zimbabwe Joice Mujur, dan pemimpin partai oposisi Nelson Chamisa juga tercatat dalam daftar capres Zimbabwe.

Dilansir dari VOA News, Jumat (15/6/2018), Ketua Komisi Pemilu Zimbabwe (ZEC) Priscilla Chigumba mengatakan, proses pendaftaran capres berjalan lancar.

Baca juga: Zimbabwe Dijadwalkan Gelar Pemilihan Presiden pada 30 Juli


"Kami cukup senang dengan proses pengadilan nominasi capres yang berjalan dengan baik. Semua persiapan berada sesuai jalur," katanya.

"Semua calon telah diberi dukungan memadai dari ZEC," imbuhnya.

Namun, tidak semua orang senang seperti Chigumba. Beberapa partai kecil mengeluhkan tidak adanya akses untuk mendaftar pemilu resmi, sebelum tenggat waktu pada Kamis lalu.

Tanpa akses tersebut, sulit bagi kandidat lain untuk mengumpulkan 100 tanda tangan dukungan yang diperlukan.

Mapfumo Peter Gava, ketua partai kecil di Zimbabwe Front Demokratik, merupakan salah satu orang yang berusaha mengumpulkan cukup tanda tangan untuk mendaftarkan diri.

"Kebanyakan kandidat harus berkeliling untuk meminta tanda tangan," katanya.

Baca juga: Uni Eropa Bakal Pantau Pemilu Presiden Zimbabwe

Gava gagal mendapat tanda tangan tepat waktu untuk mendaftar. Sementara, partai lain tidak bisa mengumpulkan biaya pendaftaran.

Pemilu pada 30 Juli 2018 akan menjadi yang pertama dalam 38 tahun kemerdekaan Zimbabwe, tanpa sosok mantan presiden Robert Mugabe yang ikut dalam pemilihan.

Mugabe mengundurkan diri pada November lalu di bawah tekanan militer yang kuat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber VOA News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erdogan Ancam Bakal 'Hancurkan Kepala' Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Erdogan Ancam Bakal "Hancurkan Kepala" Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Internasional
ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

Internasional
Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Internasional
Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Internasional
Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Internasional
Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Internasional
Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Keluarga Belanda Tinggal 9 Tahun di Bawah Tanah | Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Keluarga Belanda Tinggal 9 Tahun di Bawah Tanah | Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Internasional
Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Internasional
Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Internasional
Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Internasional
Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Internasional
Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sydney selama 19 Jam

Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sydney selama 19 Jam

Internasional
Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X