Kompas.com - 15/06/2018, 11:24 WIB

DHAKA, KOMPAS.com - Mudik Lebaran tidak hanya dilakukan oleh masyarakat di Indonesia. Beberapa negara juga memiliki tradisi semacam itu.

Misalnya di Bangladesh, warga berbondong-bondong memenuhi stasiun bus jarak jauh, pelabuhan kapal feri, dan stasiun kereta api pada Kamis (14/6/2018).

Xinhua melaporkan, puluhan ribu orang bergegas untuk pulang ke rumah sehingga dapat berkumpul dengan keluarga pada hari raya Idul Fitri.

Baca juga: Basmi Peredaran Narkoba, Polisi Bangladesh Tangkap 7.000 Orang

Tak jarang, penduduk di Bangladesh mengabaikan keselamatan agar dapat merayakan Idul Fitri di rumah.

Dari sejumlah foto yang diambil oleh AFP, dapat terlihat warga memaksakan diri naik ke atas kereta api, dan bahkan duduk di depan lokomotif.

Mereka mempertaruhkan nyawa demi bisa berkumpul dengan keluarga di hari yang fitri.

Sementara itu, ada pula warga yang mudik dengan menggunakan mobil pribadi atau menyewa mobil.

Jalan-jalan di Dhaka yang biasanya terlihat sibuk, pada Kamis (14/6/2018) terlihat sedikit lengang. Namun, jalan di sekitar pusat perbelanjaan dan terminal mengalami kemacetan.

Diperkirakan sekitar sepertiga dari 20 penduduk di Dhaka meninggalkan rumahnya dua kali dalam setahun, yaitu pada Idul Fitri dan Idul Adha.

Dua serangan teror di Bangladesh selama Ramadhan dan Idul Fitri pada 2016, membuat aparat keamanan melakukan pengetatan di beberapa titik di Dhaka untuk memastikan keamanan pemudik dan lokasi shalat Idul Fitri.

Baca juga: Bangladesh Tiru Cara Filipina dalam Perangi Peredaran Narkoba

Komandan Polisi Metropolitan Dhaka, Asaduzzaman Mia mengatakan, sejauh ini tidak ada ancaman serangan dari kelompok tertentu selama Idul Fitri.

Teror pada 1 Juli 2016 pada bulan Ramadhan di sebuah restoran Spanyol di Dhaka, meninggalkan kenangan buruk bagi penduduk. Sebanyak 22 orang, termasuk 18 warga asing dan dua polisi tewas.

Beberapa hari kemudian, teroris menyerang shalat Idul Fitri yang menewaskan empat orang, termasuk dua polisi dan satu pelaku.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP,Xinhuanet
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.