Antisipasi Serangan Balon Udara, Israel Batasi Pasokan Helium ke Gaza

Kompas.com - 14/06/2018, 22:10 WIB
Warga Palestina dalam aksi unjuk rasa di perbatasan Jalur Gaza berlari menghindari tembakan gas air mata yang diluncurkan melalui drone milik militer Israel, Jumat (30/3/2018). AFP/MAHMUD HAMSWarga Palestina dalam aksi unjuk rasa di perbatasan Jalur Gaza berlari menghindari tembakan gas air mata yang diluncurkan melalui drone milik militer Israel, Jumat (30/3/2018).

TEL AVIV, KOMPAS.com - Otoritas Israel berencana membatasi pasokan gas helium ke Jalur Gaza.

Israel mengklaim langkah pembatasan tersebut dipengaruhi serangan balon dan layang-layang pembakar yang diterbangkan warga Gaza melewati perbatasan selatan

Meskipun tidak sampai menimbulkan korban jiwa, namun serangan balon dan layang-layang itu menyebabkan kerusakan ladang milik penduduk.

Israel telah memerintahkan penahanan dana sebesar 1,4 juta dolar AS (sekitar Rp 19,5 miliar) dari otoritas Palestina untuk kompensasi kerusakan akibat layang-layang dan balon tersebut.

"Siapa saja yang ladangnya mengalami kerusakan akibat 'tindakan terorisme' itu maka berhak mendapat kompensasi," bunyi pernyataan otoritas Israel dilansir Middle East Monitor.

Baca juga: Bom Layang-layang, Senjata Baru Palestina untuk Melawan Israel

Mengikuti perintah penangguhan dana tersebut, Menteri Keamanan Publik Israel, Gilad Erdan bahkan menyerukan agar pelaku yang menerbangkan balon dan layang-layang ditembak mati atas tindakan terorisme.

"Kita perlu melakukan pembunuhan pencegahan. Mereka yang mengirim layang-layang sama dengan komandan Hamas harus menjadi target pembunuhan pencegahan," ujarnya.

Keputusan pembatasan tersebut telah diambil oleh Koordinator Aktivitas Pemerintahan Israel dalam Wilayah (COGAT), Mayor Jenderal Kamil Abu Rokon dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Pertahanan Israel, Avignor Lieberman.

COGAT tidak menyebutkan secara rinci berapa banyak pasokan helium yang diizinkan masuk ke Gaza dan berapa besar pembatasannya.

Namun, langkah pembatasan pasokan gas helium juga dapat mengancam keberlangsungan operasional rumah sakit di Jalur Gaza.

Baca juga: Israel Gunakan Drone untuk Tangkal Bom Layang-layang Palestina

Israel juga mengancam akan menghentikan pasokan secara total apabila gas helium digunakan untuk hal yang tidak semestinya.

Gas helium termasuk hal vital bagi rumah sakit untuk pengoperasian peralatan medis, termasuk mesin MRI.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X