Kompas.com - 14/06/2018, 22:10 WIB

TEL AVIV, KOMPAS.com - Otoritas Israel berencana membatasi pasokan gas helium ke Jalur Gaza.

Israel mengklaim langkah pembatasan tersebut dipengaruhi serangan balon dan layang-layang pembakar yang diterbangkan warga Gaza melewati perbatasan selatan

Meskipun tidak sampai menimbulkan korban jiwa, namun serangan balon dan layang-layang itu menyebabkan kerusakan ladang milik penduduk.

Israel telah memerintahkan penahanan dana sebesar 1,4 juta dolar AS (sekitar Rp 19,5 miliar) dari otoritas Palestina untuk kompensasi kerusakan akibat layang-layang dan balon tersebut.

"Siapa saja yang ladangnya mengalami kerusakan akibat 'tindakan terorisme' itu maka berhak mendapat kompensasi," bunyi pernyataan otoritas Israel dilansir Middle East Monitor.

Baca juga: Bom Layang-layang, Senjata Baru Palestina untuk Melawan Israel

Mengikuti perintah penangguhan dana tersebut, Menteri Keamanan Publik Israel, Gilad Erdan bahkan menyerukan agar pelaku yang menerbangkan balon dan layang-layang ditembak mati atas tindakan terorisme.

"Kita perlu melakukan pembunuhan pencegahan. Mereka yang mengirim layang-layang sama dengan komandan Hamas harus menjadi target pembunuhan pencegahan," ujarnya.

Keputusan pembatasan tersebut telah diambil oleh Koordinator Aktivitas Pemerintahan Israel dalam Wilayah (COGAT), Mayor Jenderal Kamil Abu Rokon dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Pertahanan Israel, Avignor Lieberman.

COGAT tidak menyebutkan secara rinci berapa banyak pasokan helium yang diizinkan masuk ke Gaza dan berapa besar pembatasannya.

Namun, langkah pembatasan pasokan gas helium juga dapat mengancam keberlangsungan operasional rumah sakit di Jalur Gaza.

Baca juga: Israel Gunakan Drone untuk Tangkal Bom Layang-layang Palestina

Israel juga mengancam akan menghentikan pasokan secara total apabila gas helium digunakan untuk hal yang tidak semestinya.

Gas helium termasuk hal vital bagi rumah sakit untuk pengoperasian peralatan medis, termasuk mesin MRI.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.