Erdogan Tawarkan Kerja Sama Produksi Sistem Rudal S-500 ke Putin - Kompas.com

Erdogan Tawarkan Kerja Sama Produksi Sistem Rudal S-500 ke Putin

Kompas.com - 14/06/2018, 20:08 WIB
Inilah contoh sistem rudal S-500 yang tengah dikembangkan Rusia. Sistem yang bakal digunakan di 2020 ini diklaim bisa mencegat rudal hipersonik sekalipun.Sputnik/Sergei Malgavko Inilah contoh sistem rudal S-500 yang tengah dikembangkan Rusia. Sistem yang bakal digunakan di 2020 ini diklaim bisa mencegat rudal hipersonik sekalipun.

ANKARA, KOMPAS.com - Keinginan Turki menjalin kerja sama dengan Rusia di sektor militer tidak sebatas pembelian sistem rudal S-400 saja.

Dilansir Hurriyet dan Sputnik Kamis (14/6/2018), Presiden Recep Tayyip Erdogan berkata dia tengah menjajaki kemungkinan kerja sama untuk memproduksi sistem rudal generasi terbaru, S-500.

"Saya telah menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin, dan menawarkan proposal kemungkinan memproduksi S-500 bersama," kata Erdogan dalam wawancara dengan 24TV.

Baca juga: Erdogan: Kami Beli S-400 Bukan Hanya untuk Disimpan di Gudang

S-500 Prometey, atau 55R6M Triumfator-M, merupakan sistem pertahanan rudal darat ke udara dan anti-serangan rudal balistik.

Sistem pertahanan tersebut rencananya bakal menjadi penunjang S-400, dan menggantikan A-135 yang beroperasi sejak 1995.

S-500 diklaim mempunyai jarak operasional hingga 600 kilometer, dan mampu merontokkan rudal konvensional hingga hipersonik.

Sistem tersebut bisa mendeteksi adanya rudal hipersonik berkecepatan lima kilometer per detik, dan secara beruntun bisa menghancurkan 10 di antaranya.

Rencananya, sistem pertahanan yang bisa merespon kurang dari empat detik tersebut bakal masuk ke militer Rusia pada 2020 mendatang.

Erdogan melanjutkan, Turki mendapat kemudahan dari Rusia untuk membeli sistem pertahanan berharga 400 juta dolar AS, sekitar Rp 5,5 triliun, per unit tersebut.

Antara lain dengan bunga pembayaran yang cukup lunak. "Setelah melakukan pembayaran di tahap ketiga, kami bakal mencoba produksi gabungan S-500," tutur Erdogan.

Presiden 64 tahun itu lebih lanjut menanggapi suara miring negara lain yang menentang Turki membeli S-400 dari Rusia.

Antara lain Amerika Serikat (AS) yang mengancam tidak bakal mengirimkan jet tempur tercanggihnya, F-35, ke Ankara.

Dia mencontohkan Yunani yang mempunyai sistem rudal Rusia generasi lama, S-300, meski anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Erdogan juga memberi contoh dunia yang diam saja ketika Suriah juga punya sistem tersebut. "Namun, ketika Turki beli sistem serupa, mereka ribut," tuturnya.

Sebelumnya, Erdogan menyatakan bakal meneruskan rencana pembelian S-400 dari Negeri "Beruang Merah" meski AS menentangnya.

"Kami membeli S-400 tidak hanya untuk disimpan di gudang. Kami akan menggunakannya apabila dibutuhkan. Ini adalah sistem pertahanan," kata Erdogan.

Baca juga: S-400, Sistem Rudal Rusia yang Bikin Gaduh Dunia


Komentar

Terkini Lainnya

Pakai Sistem Online, Penerimaan CPNS 2018 Tak Bisa Ditipu Calo

Pakai Sistem Online, Penerimaan CPNS 2018 Tak Bisa Ditipu Calo

Regional
1.700 Pelajar di Depok Terancam Putus Sekolah, Rata-rata Tingkat SMA

1.700 Pelajar di Depok Terancam Putus Sekolah, Rata-rata Tingkat SMA

Regional
Warga: Apa Jaminannya Mantan Koruptor yang Nyaleg Enggak Korupsi Lagi?

Warga: Apa Jaminannya Mantan Koruptor yang Nyaleg Enggak Korupsi Lagi?

Megapolitan
Tindak Lanjut Rekomendasi KASN, Ada Eks Pejabat DKI yang Dijadikan Komisaris dan Pengawas BUMD

Tindak Lanjut Rekomendasi KASN, Ada Eks Pejabat DKI yang Dijadikan Komisaris dan Pengawas BUMD

Megapolitan
Pindah ke Partai Politik Lain, 2 Anggota DPRD Gunungkidul di-PAW

Pindah ke Partai Politik Lain, 2 Anggota DPRD Gunungkidul di-PAW

Regional
Rampok yang Perkosa PRT di Cimanggis Mantan Pekerja Selokan di Lingkungan Korban

Rampok yang Perkosa PRT di Cimanggis Mantan Pekerja Selokan di Lingkungan Korban

Megapolitan
5 BERITA POPULER NUSANTARA: Rektor Unhas Minta Maaf hingga 2 Bandara di DIY

5 BERITA POPULER NUSANTARA: Rektor Unhas Minta Maaf hingga 2 Bandara di DIY

Regional
Jokowi Ajak Ikuti Pilpres Tanpa Fitnah dan Hinaan, PDI-P Buat Aturan Internal

Jokowi Ajak Ikuti Pilpres Tanpa Fitnah dan Hinaan, PDI-P Buat Aturan Internal

Nasional
Pak Guru Achmad Fahmi Kini Menjadi Wali Kota Sukabumi

Pak Guru Achmad Fahmi Kini Menjadi Wali Kota Sukabumi

Regional
Misbakhun: Kwik Kian Gie Loyal pada Pemikiran, Bukan Orang

Misbakhun: Kwik Kian Gie Loyal pada Pemikiran, Bukan Orang

Nasional
Presiden Venezuela akan Minta Rp 7 Triliun pada PBB untuk Pulangkan Warganya

Presiden Venezuela akan Minta Rp 7 Triliun pada PBB untuk Pulangkan Warganya

Internasional
Singapore Airlines Berhenti Kirim Kargo Tulang Singa dari Afrika Selatan

Singapore Airlines Berhenti Kirim Kargo Tulang Singa dari Afrika Selatan

Internasional
Presiden PKS Klaim Telah Ganti Caleg Eks Koruptor yang Masuk DCT

Presiden PKS Klaim Telah Ganti Caleg Eks Koruptor yang Masuk DCT

Nasional
Jokowi Sebut Prabowo-Sandiaga 'Sahabat Lama', Ini Kata PDI-P

Jokowi Sebut Prabowo-Sandiaga "Sahabat Lama", Ini Kata PDI-P

Nasional
Nelayan: Satu Gas Melon untuk Tiga Hari, Lebih Hemat dari Minyak...

Nelayan: Satu Gas Melon untuk Tiga Hari, Lebih Hemat dari Minyak...

Regional
Close Ads X