Dewan Keamanan PBB Perpanjang Embargo Senjata ke Libya

Kompas.com - 14/06/2018, 19:07 WIB
Milisi bersenjata Libya bisa melakukan jual beli senjata lewat media sosial. GettyMilisi bersenjata Libya bisa melakukan jual beli senjata lewat media sosial.

TRIPOLI, KOMPAS.com - Dewan Keamanan PBB telah meloloskan resolusi 2420 yang memperpanjang embargo persenjataan terhadap Libya hingga satu tahun ke depan.

"Mengingat resolusi sejak dua tahun sebelumnya mengenai penerapan ketat embargo senjata di laut lepas pantai Libya, sadar akan tanggung jawab utama dalam memelihara perdamaian dan keamanan internasional di bawah piagam PBB."

"Serta menegaskan kembali tekad bahwa terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya sebagai ancaman paling serius bagi perdamaian dan keamanan."

"Maka memperpanjang otorisasi resolusi tahun lalu (resolusi 2357) untuk 12 bulan selanjutnya sejak tanggal resolusi ini," bunyi keputusan resolusi yang disahkan pada Senin (11/6/2018) tersebut.


Baca juga: Libya akan Bebaskan Sejumlah Mantan Pejabat Era Gaddafi

Melansir Libya Herald, melalui resolusi tersebut maka Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres diwajibkan melapor kepada anggota Dewan Keamanan PBB mengenai implementasi resolusi dalam jangka waktu 11 bulan.

Pada 14 Juni 2017 lalu, Dewan Keamanan secara bulat telah mengadopsi sebuah resolusi yang mengesahkan pemeriksaan kapal-kapal di lepas pantai Libya secara paksa.

Perdana Menteri Libya, Fayez al Sarraj sebelumnya terus menyerukan agar embargo senjata yang diberlakukan PBB dapat dicabut sebagian.

Pencabutan sebagian tersebut dikhususkan untuk pengawal presiden dan penjaga pantai dalam upaya membantu negara menghadapi kelompok teror serta membawa ketenangan bagi warga yang tinggal di negara dilanda perang tersebut.

Namun kritik muncul karena merasa Libya masih sebagai negara yang tidak stabil dan secara politik terpecah. Mengizinkan penjualan senjata dianggap akan mengganggu keseimbangan dan meningkatkan pertumpahan darah.

Di sisi lain, masyarakat internasional turut dikritik karena telah menutup mata terhadap pengiriman senjata yang terus menerus ke Libya dari sekutunya, terlepas dari embargo senjata PBB.

Baca juga: Kelompok Bersenjata Libya Bebaskan Migran Sudan dari Penculik

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Internasional
Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Internasional
Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Internasional
Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Internasional
Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X