Dubes AS Sebut PBB Membuat Pertimbangan "Bermoral Rendah"

Kompas.com - 14/06/2018, 17:13 WIB
Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley.UPI/Barcroft Images Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley.

NEW YORK, KOMPAS.com - Duta Besar Amerika Serikat ( AS) untuk PBB, Nikki Haley, mengecam bahwa resolusi yang dibuat begitu bias karena menentang Israel.

Pernyataan itu disampaikan setelah Dewan Umum PBB meloloskan resolusi berisi kecaman terhadap kekerasan yang dilakukan pasukan Israel ke warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat.

Sebanyak 129 warga Palestina tewas ditembak oleh militer Israel dalam unjuk rasa di perbatasan yang berlangsung sejak akhir Maret tersebut.

Baca juga: 120 Negara Anggota PBB Dukung Resolusi Kecam Kekerasan Israel di Gaza


Resolusi yang diusulkan oleh Aljazair dan Turki pada Rabu (13/6/2018) itu mendapat dukungan 120 negara, dan delapan negara menolak, termasuk di antaranya AS.

Haley, seperti dilansi Reuters via Israel National News Kamis (14/6/2018) berkata, resolusi itu tidak melihat Hamas yang dianggap sebagai teroris sesungguhnya.

Hamas, ujar Haley, menghasut untuk melakukan kekerasan, menembakkan roket ke warga Israel, dan menyerang bantuan kemanusiaan Gaza.

"Hari ini (Rabu) PBB telah membuat pertimbangan bermoral rendah ketika memutuskan menyalahkan semua hal kepada Israel," tutur Haley.

Diplomat 46 tahun itu menuduh negara-negara Arab berusaha menorehkan simpati politik dengan mengecam Israel di Dewan Umum PBB.

"Bagi beberapa negara anggota, menyerang Israel merupakan olahraga politik favorit mereka. Karena itu kita ada di sini," sindir Haley dilansir AFP via FirstPost.

"Saya berharap semua yang mendukung resolusi ini juga mencurahkan energinya untuk mendesak Presiden Palestina Mahmoud Abbas ke meja perundingan," lanjutnya.

Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, juga merespon resolusi anti-Tel Aviv tersebut dengan menyatakan Dewan Umum PBB melakukan "kemunafikan".

"Mereka memilih tidak menimpakan kesalahan kepada Hamas, organisasi teroris yang sudah melakukan banyak pembunuhan," tutur Danon.

Danon lalu berterima kasih kepada Negeri "Paman Sam" yang membuat resolusi tandingan yang memilih mengecam Hamas.

Dalam resolusi tandingan itu, AS gagal mendapat dukungan dua pertiga anggota, di mana hanya menerima 62 suara Ya, 58 menolak, dan 42 abstain.

"Atas kerja keras AS dan sekutu kami di seluruh dunia, kami membuktikan suara mayoritas melawan Israel bukanlah takdir dan dapat diubah," tukasnya.

Baca juga: PM Israel: Kami Tak Ingin Menembak Demonstran Palestina, tapi...



Terkini Lainnya

Pemerintah Meksiko Bakal Lelang Mobil Mewah yang Disita dari Penjahat

Pemerintah Meksiko Bakal Lelang Mobil Mewah yang Disita dari Penjahat

Internasional
Washington Legalkan Pengomposan Jenazah Manusia

Washington Legalkan Pengomposan Jenazah Manusia

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Perempuan Korut Dijual di China | Pernyataan Pendiri Huawei

[POPULER INTERNASIONAL] Perempuan Korut Dijual di China | Pernyataan Pendiri Huawei

Internasional
Beli Nomor Cantik Seharga Rp 41 Juta, Hidup Pria Ini Justru Sengsara

Beli Nomor Cantik Seharga Rp 41 Juta, Hidup Pria Ini Justru Sengsara

Internasional
Perang Sipil Bikin Warga Suriah Berhemat Saat Ramadhan

Perang Sipil Bikin Warga Suriah Berhemat Saat Ramadhan

Internasional
PM India Beri Selamat ke Presiden Jokowi Pakai Bahasa Indonesia

PM India Beri Selamat ke Presiden Jokowi Pakai Bahasa Indonesia

Internasional
Sadar dari Mabuk, Pria Ini Dapati Penisnya Sudah Dipotong

Sadar dari Mabuk, Pria Ini Dapati Penisnya Sudah Dipotong

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Cixi, Permaisuri Kontroversial di China

Biografi Tokoh Dunia: Cixi, Permaisuri Kontroversial di China

Internasional
Slovenia Buka Pendaftaran sebagai Mata-mata

Slovenia Buka Pendaftaran sebagai Mata-mata

Internasional
Iran Tak Bakal Bernegosiasi dengan Trump, kecuali...

Iran Tak Bakal Bernegosiasi dengan Trump, kecuali...

Internasional
Istana Filipina: Dirumorkan Masuk Rumah Sakit, Duterte Tertawa

Istana Filipina: Dirumorkan Masuk Rumah Sakit, Duterte Tertawa

Internasional
Fakta Unik Pilot Pionir Charles Lindbergh, Aksi Akrobat hingga Bayinya Diculik

Fakta Unik Pilot Pionir Charles Lindbergh, Aksi Akrobat hingga Bayinya Diculik

Internasional
Mahathir Ucapkan Selamat kepada Presiden Jokowi atas Kemenangan di Pemilu 2019

Mahathir Ucapkan Selamat kepada Presiden Jokowi atas Kemenangan di Pemilu 2019

Internasional
Setelah Capai Puncak, Pemanjat Menara Eiffel Ditangkap 6 Jam Kemudian

Setelah Capai Puncak, Pemanjat Menara Eiffel Ditangkap 6 Jam Kemudian

Internasional
Bayar Orang untuk Serang Kekasih Ratu Kecantikan, Pengusaha Singapura Dibui

Bayar Orang untuk Serang Kekasih Ratu Kecantikan, Pengusaha Singapura Dibui

Internasional

Close Ads X