120 Negara Anggota PBB Dukung Resolusi Kecam Kekerasan Israel di Gaza - Kompas.com

120 Negara Anggota PBB Dukung Resolusi Kecam Kekerasan Israel di Gaza

Kompas.com - 14/06/2018, 16:00 WIB
Seorang pria warga Palestina memegang bendera negaranya saat terjadi bentrokan dengan pasukan Israel di dekat perbatasan antara jalur Gaza dan Israel, di sebelah timur Kota Gaza, Senin (14/5/2018). Otoritas Palestina menyebut pasukan Israel telah menewaskan 55 orang dan melukai 2.700 orang dalam aksi protes dan bentrokan menentang pembukaan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem.AFP PHOTO/THOMAS COEX Seorang pria warga Palestina memegang bendera negaranya saat terjadi bentrokan dengan pasukan Israel di dekat perbatasan antara jalur Gaza dan Israel, di sebelah timur Kota Gaza, Senin (14/5/2018). Otoritas Palestina menyebut pasukan Israel telah menewaskan 55 orang dan melukai 2.700 orang dalam aksi protes dan bentrokan menentang pembukaan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem.

NEW YORK, KOMPAS.com - Majelis Umum PBB pada Rabu (13/6/2018) meloloskan resolusi mengecam Israel atas tindakan kekerasan terhadap warga Palestina di Gaza dengan 120 negara mendukung.

Rancangan resolusi yang diajukan oleh Aljazair dan Turki, mewakili negara-negara Arab itu menyesalkan tindakan Israel yang dianggap telah menggunakan kekuatan berlebih dan tidak proporsional terhadap warga sipil Palestina di Gaza dan Tepi Barat.

Resolusi tersebut juga mengecam militer Israel yang menewaskan hingga sedikitnya 129 warga Palestina selama aksi protes yang berujung bentrokan.

Melansir AFP, dalam pemungutan suara oleh Majelis Umum PBB pada Rabu (13/6/2018), sebanyak 120 negara mendukung, sementara delapan menentang dan 45 abstain.


Baca juga: Anak-anak di Gaza Terancam Alami Gangguan Kejiwaan

Resolusi tersebut menugaskan pada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk menyusun proposal mekanisme perlindungan internasional bagi warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat.

Mekanisme tersebut dapat mulai dari membentuk misi pengamat hingga pengerahan pasukan penjaga perdamaian.

Namun pengambilan tindakan apa pun selanjutnya akan membutuhkan dukungan dari Dewan Keamanan, di mana AS memiliki hak veto.

"Kami hanya meminta hal yang sederhana. Kami ingin penduduk sipil kami dilindungi," kata Duta Besar Palestina untuk PBB, Riyad Mansour.

Sementara, Duta Besar Israel di PBB, Danny Danon, menyebut resolusi tersebut sebagai upaya merebut hak dasar negara itu untuk membela diri.

"Dengan mendukung resolusi tersebut maka Anda telah memberikan kewenangan kepada Hamas," ujar Danon.

Baca juga: AS Bakal Veto Rancangan Resolusi Perlindungan Warga Palestina di Gaza

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley menolak resolusi tersebut dan menyebutnya terlalu sepihak.

Sebaliknya, AS juga mengajukan resolusi tandingan yang mengecam Hamas karena telah mendorong terjadinya tindakan kekerasan di sepanjang perbatasan Gaza.

Namun resolusi yang menyalahkan Hamas atas korban jiwa di Jalur Gaza itu gagal mendapat dukungan dua pertiga anggota, dengan hanya 62 suara mendukung, 58 menolak dan 42 memilih abstain.


Terkini Lainnya

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Regional
Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Nasional
Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Regional
Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Regional
Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Regional
Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Regional
Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Regional
Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Edukasi
Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Regional
Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Edukasi
Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Regional
Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Megapolitan
Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Internasional
Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Nasional
Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Megapolitan

Close Ads X