Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 14/06/2018, 15:33 WIB

Kondisi itu ditambah keputusan Abbas untuk memotong gaji pegawai pemerintah di Gaza sebagai bentuk isolasi terhadap Hamas, dan menghadapi kesulitan finansial.

2017 lalu, gaji puluhan ribu pegawai Pemerintah Palestina itu dipotong 30 persen. Maret, PA tak lagi membayar gaji pegawainya tanpa pemberitahuan.

Pada 5 Juni, PA baru mengirimkan setengah dari gaji satu bulan saat festival jelang Idul Fitri. Mereka beralasan keterlambatan terjadi karena masalah teknis.

Kondisi tersebut dikeluhkan oleh al-Laham. Sebab, dengan uang yang makin menipis, mereka terpaksa pindah dari rumah kontrakkan mereka di Khan Younes.

Saat ini, mereka tinggal di rumah kecil buatan sendiri dekat Gaza City. Namun, tempat tinggal itu terancam tak bertahan lama.

Pemerintah lokal menganggap bangunan al-Laham dan keluarganya tak berizin sehingga rumah tersebut bersiap untuk dihancurkan.

"Ini adalah bencana. Gaza saat ini sedang kolaps," kata pria 55 tahun itu yang menambahkan, dia sangat berharap Ramallah membayar sisa gajinya.

Baca juga: Temui Netanyahu, PM Inggris Prihatin atas Korban Warga Palestina di Gaza

Sebab, uangnya bakal dipakai untuk menyewa apartemen. "Saya sudah muak dengan hidup ini," tutur al-Laham kembali.

Selain al-Laham, keluhan juga datang dari Yasser yang merupakan pegawai di Kementerian Kesehatan Gaza. Dia mengaku mempunyai utang yang cukup besar.

Jika pemerintah memberikan seluruh gajinya, dia bakal membayarkan untuk pinjaman bank, supermarket, hingga biaya sekolah anak-anaknya.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.