Kompas.com - 14/06/2018, 11:16 WIB
Foto ini diambil pada Rabu (9/5/2018 dan dirilis oleh kantor berita resmi Korea Utara KCNA pada Kamis (10/5/2018). Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo (kiri) berjabat tangan markas Partai Buruh Korea Utara, di Pyongyang. Foto ini diambil pada Rabu (9/5/2018 dan dirilis oleh kantor berita resmi Korea Utara KCNA pada Kamis (10/5/2018). Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo (kiri) berjabat tangan markas Partai Buruh Korea Utara, di Pyongyang.

SEOUL, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo menyatakan, Korea Utara tidak akan mendapatkan keringanan sanksi sampai denuklirisasi dicapai secara penuh.

Dilansir dari BBC, Kamis (14/6/2018), pernyataan Pompeo disampaikan pada konferensi pers di Seoul, Korea Selatan.

Konferensi pers bersama Korea Selatan dan Jepang diadakan dua hari setelah Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menggelar pertemuan bersejarah di Singapura.

Baca juga: Bahas KTT AS-Korut, Pompeo Makan Malam Steik dengan Pejabat Pyongyang

Dia mengatakan, Korea Utara berkomitmen untuk menghentikan program nuklirnya.

AFP  melaporkan, Pompeo yakin Kim Jong Un paham jika denuklirisasi harus segera dilakukan. AS menginginkan denuklirisasi yang penuh, dapat diverifikasi, dan tidak dapat diubah kembali.

Pompeo juga menepis pemberitaan media pemerintah Korea Utara yang melaporkan bahwa Trump dan Kim menyetujui proses denuklirisasi selangkah demi selangkah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami yakin Kim Jong Un memahami urgensinya. Kami harus melakukan ini dengan cepat," katanya.

AS mengharapkan pelucutan senjata di Korea Utara dapat selesai pada 2020, tepat pada akhir dari masa jabatan kepresidenan Trump.

Perjalanan Pompeo ke Korea Selatan itu untuk memberi pengarahan kepada sekutu regional AS itu terkait perjanjian yang diteken Trump dan Kim Jong Un di Singapura.

Baca juga: Menlu AS Bikin Blunder, Sebut Singapura Bagian dari Malaysia

Sebelumnya, Trump mengatakan sanksi akan tetap berlaku sampai nuklir tidak lagi menjadi "sebuah faktor". Namun, Trump tidak menjelaskan lebih lanjut maksud perkataannya.

Trump juga menyampaikan pengumuman tentang rencana menghentikan latihan militer yang rutin dilakukan bersama Korea Selatan.



Sumber BBC,AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.