PM Jepang Berencana Bertemu Kim Jong Un di Pyongyang - Kompas.com

PM Jepang Berencana Bertemu Kim Jong Un di Pyongyang

Kompas.com - 14/06/2018, 09:35 WIB
Perdana Menteri Jepang Shinzo AbeToshifumi Kitamura/AFP Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe

TOKYO, KOMPAS.com - Pemerintah Jepang sedang menyusun rencana pertemuan antara Perdana Menteri Shinzo Abe dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Rencana tersebut termasuk kunjungan Abe ke Pyongyang pada Agustus mendatang.

Laporan dari surat kabat Yomiuri pada Kamis (14/6/2018) seperti dikutip Channel News Asia menyebutkan, para pejabat kedua negara telah melakukan kontak beberapa kali dalam beberapa bulan terakhir.

Kontak dilakukan untuk merundingkan kemungkinan pertemuan antara kedua pemimpin. Namun, jika kunjungan Abe ke Pyongyang mengalami kendala, Jepang mengincar skenario lain.

Baca juga: Trump Angkat Isu Penculikan Warga Jepang, PM Abe Berterima Kasih

Abe diharapkan dapat bertemu Kim di sela-sela Forum Ekonomi Timur yang digelar pada September 2018 di Valdivostok, Rusia. Dengan catatan, Kim hadir dalam forum tersebut.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Jepang menilai, pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghentikan latihan militer gabungan dengan Korea Selatan menjadi keputusan vital bagi keamanan Asia Timur.

Sebelumnya, Abe menyampaikan terima kasihnya kepada Presiden AS Donald Trump yang telah mengangkat isu penculikan warga Jepang oleh Korea Utara.

"Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Presiden (Trump) yang telah mengangkat isu penculikan," kata Abe usai melakukan komunikasi via telepon dengan Trump.

Abe menekankan kepada Trump untuk tak lupa memunculkan isu penculikan warga negaranya oleh Korea Utara selama era tahun 1970 hingga 1980-an.

Baca juga: Trump: Sejak Saya Menjabat, Dunia Jadi Lebih Aman

Sebelum dilangsungkannya pertemuan Trump dengan Kim, Abe telah dua kali mengunjungi Gedung Putih sekadar untuk mengingatkan pesannya.

Terkait nuklir, Korut pernah menembakkan dua rudal melewati Jepang pada tahun lalu.

Denuklirisasi Korut diperkirakan akan membuat Jepang berkontribusi pada pembiayaannnya, setelah Badan Tenaga Atom internasional melakukan inspeksi.


Close Ads X