Perjanjian Penggantian Nama Macedonia Picu Perseteruan dengan Yunani - Kompas.com

Perjanjian Penggantian Nama Macedonia Picu Perseteruan dengan Yunani

Kompas.com - 14/06/2018, 08:54 WIB
Puluhan ribu warga Yunani menuntun pergantian nama negara Macedonia. Mereka berkumpul di depan patung Alexander Agung di Tesalonika, Yunani, Minggu (21/1/2018). (Sky News) Puluhan ribu warga Yunani menuntun pergantian nama negara Macedonia. Mereka berkumpul di depan patung Alexander Agung di Tesalonika, Yunani, Minggu (21/1/2018). (Sky News)

SKOPJE, KOMPAS.com - Presiden Macedonia Gjorge Ivanov pada Rabu (13/6/2018) enggan menandatangani perjanjian bersejarah yang bakal mengubah nama negara itu karena akan melanggar konstitusi.

Dia mengklaim penggantian nama Macedonia menjadi Republik Macedonia Utara memberikan terlalu banyak konsesi kepada Yunani.

"Perjanjian berbahaya seperti itu, yang sebenarnya unik dalam sejarah manusia, tapi memalukan dan tidak dapat diterima bagi saya," katanya dalam wawancara di televisi.

"Itu melanggar konstitusi dan undang-undang. Saya tidak akan melegalkan perjanjian ilegar," ucapnya.


Baca juga: Aksi Demonstrasi di Yunani Tuntut Macedonia Ubah Nama

Kesepakatan dicapai oleh perdana menteri kedua negara dan akan ditandatangani menteri luar negeri masing-masing pada pekan ini.

Selanjutnya, parlemen Macedonia akan mengambil suara. Jika disetujui, tanda tangan Ivanov bakal diperlukan.

Namun, jika presiden menolak untuk meneken, maka perjanjian itu akan kembali ke parlemen untuk melakukan pemungutan suara lagi.

Ivanov harus menandatangani perjanjian jika telah disahkan untuk kedua kalinya.

Sengketa nama yang menghalangi Macedonia untuk bergabung dengan lembaga internasional seperti NATO, telah membangkitkan sentimen nasionalis yang kuat.

Hubungan dengan Yunani menegang sejak negara Balkan itu mendeklarasikan kemerdekaan dari Yugoslavia pada 1991.

Yunani berpendapat, nama "Macedonia" menyiratkan klaim atas wilayah itu dan ada provinsi di Yunani yang memiliki nama sama. Provinsi Macedonia di Yunani merupakan tempat kelahiran Alexander Agung.

Baca juga: Kisah Cinta Pengungsi Irak dan Penjaga Perbatasan Macedonia

Oposisi di Yunani keberatan dengan penggunaan nama "Macedonia" untuk negara tetangga mereka karena khawatir terhadap klaim teritorial.

Sementara, oposisi di Macedonia menilai, penggantian nama negara dapat menjadi ancaman terhadap identitas nasional.


Terkini Lainnya

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Regional
Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Nasional
Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Regional
Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Regional
Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Regional
Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Regional
Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Regional
Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Edukasi
Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Regional
Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Edukasi
Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Regional
Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Megapolitan
Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Internasional
Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Nasional
Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Megapolitan

Close Ads X