Kompas.com - 14/06/2018, 07:27 WIB

SEOUL, KOMPAS.com - Pemerintah Korea Selatan pada Rabu (13/6/2018) mengungkapkan tidak menutup kemungkinan untuk memenuhi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang akan mengakhiri program latihan militer Washington bersama Seoul.

Pemerintah Korsel mengaku tidak keberatan melakukan penangguhan tersebut demi mendukung upaya terwujudnya denuklirisasi Korea Utara.

Kantor Kepresidenan Seoul tengah mempertimbangkan berbagai langkah yang bisa dilakukan untuk mempromosikan diskusi antara AS dengan Korea Utara demi perdamaian dan stabilitas di kawasan itu.

"Tapi sebelumnya kami masih harus mencari tahu terlebih dahulu dan memastikan maksud perkataan Presiden Trump yang sebenarnya saat berkomentar seusai pertemuannya dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un," kata Juru Bicara Kantor Kepresidenan Korsel, Kim Eu-kyeom dilansir Kyodo News.

Baca juga: Trump: Latihan Militer AS dan Korsel Bakal Dihentikan

Trump, dalam konferensi pers usai pertemuan tingkat tinggi dengan Kim Jong Un, Selasa (12/6/2018), di Singapura, mengatakan rencana untuk menghentikan latihan perangnya dengan Korsel selama Korea Utara melanjutkan denuklirisasi.

"Dalam kondisi bahwa kami harus menegosiasikan perjanjian yang sangat komprehensif dan lengkap, saya pikir tidak pantas untuk melakukan latihan perang," kata Trump kala itu.

Trump menambahkan, salah satu alasan penangguhan latihan militernya dengan Korsel adalah untuk menghemat biaya karena dana untuk mengadakan pertemuan sangatlah mahal.

Wacana penangguhan latihan perang tersebut muncul setelah Korea Utara mengecam program yang juga disebut dengan latihan invasi tersebut.

AS dan Korea Selatan membantah tuduhan itu dan menyebut latihan yang berlangsung hingga dua pekan terakhir bulan lalu itu sebagai tindakan latihan pertahanan semata.

Rencana penangguhan latihan militer itu mendapat dukungan dari China sebagai sekutu kuat Korea Utara dan mendesak Pyongyang menangguhkan program nuklir dan misilnya sebagai imbalan.

Baca juga: Keputusan Trump Akhiri Latihan Militer dengan Korsel Kejutkan Pentagon

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Kyodo News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.