Pertempuran dengan Houthi di Hodeidah, 4 Tentara UEA Tewas - Kompas.com

Pertempuran dengan Houthi di Hodeidah, 4 Tentara UEA Tewas

Kompas.com - 14/06/2018, 04:10 WIB
Pasukan Sudan yang mendukung koalisi Arab Saudi bergerak menuju Hodeidah untuk merebut pelabuhan itu dari pemberontak Houthi.EPA/Najeeb Almahboobi Pasukan Sudan yang mendukung koalisi Arab Saudi bergerak menuju Hodeidah untuk merebut pelabuhan itu dari pemberontak Houthi.

HODEIDAH, KOMPAS.com - Uni Emirat Arab ( UEA) menyatakan empat tentaranya tewas dalam pertempuran melawan pemberontak Houthi di Hodeidah, Yaman.

Dilansir media setempat WAM via Al Jazeera Rabu (13/6/2018), keempat tentara itu tewas dalam operasi bernama Restoring Hope.

Keempatnya bernama Letnan Khalifa Saif Said al-Khatri, Ali Mohammed Rashed al-Hassani, Sersan Khamis Abdullah Khamis al-Zayudi, dan Kopral Satu Obeid Hamdan Said al-Abdouli.

"Mereka menjadi martir dalam mengemban tugas negara bersama koalisi Arab lainnya dalam mendukung legitimasi pemerintahan di Yaman," demikian keterangan WAM.

Baca juga: Koalisi Arab Saudi Serang Markas Houthi di Hodeidah

AFP memberitakan, sejak koalisi yang dipimpin Arab Saudi mengintervensi Yaman di Maret 2015, dilaporkan lebih dari 100 pasukan UEA terbunuh.

Sebelumnya, UEA dan koalisi Arab lainnya memutuskan menyerang Hodeidah pada Rabu setelah Houthi tidak memenuhi tenggat waktu untuk meninggalkan kota pelabuhan itu.

Mereka mengerahkan jet tempur dan kapal perang untuk membombardir kota, yang ditopang serangan darat pasukan pemerintah Yaman.

"Kami sudah mencoba negosiasi damai dan politis untuk mengeluarkan milisi Houthi dari kota pelabuhan Hodeidah," demikian pernyataan Pemerintah Yaman.

Koalisi Saudi tersebut berusaha mengusir Houthi dari Hodeidah karena diduga mereka menyelundupkan senjata dari Iran.

Pemerintahan Presiden Abd Rabbo Mansour Hadi berkata, pembebasan Hodeidah bakal menjadi titik balik kejatuhan kelompok yang menguasai ibu kota Sana'a itu.

"Dengan mengamankan jalur pelayaran dari Selat Bab al-Mandab, maka pasokan senjata Houthi dari Iran yang telah menumpahkan darah banyak orang Yaman bakal terhenti," tutur pemerintah.

Serangan yang dilancarkan koalisi Saudi itu langsung mendapat reaksi dari PBB yang mengatakan masyarakat di sekitar kota pelabuhan itu bakal terancam.

"Ada sekitar 250.000 orang di sekitar Hodeidah yang bisa kehilangan segalanya. Bahkan hidup mereka," demikian keterangan PBB.

Baca juga: Serangan Misil dari Houthi Tewaskan Dua Warga Sipil Arab Saudi


Komentar
Close Ads X