Pemerintah Malaysia Ajukan Pinjaman Lunak kepada Jepang

Kompas.com - 13/06/2018, 15:24 WIB
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di Konferensi Masa Depan Asia ke-24 di Tokyo, Jepang, Senin (11/6/2018). (AFP/Kazuhiro Nogi)
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di Konferensi Masa Depan Asia ke-24 di Tokyo, Jepang, Senin (11/6/2018). (AFP/Kazuhiro Nogi)

TOKYO, KOMPAS.com - Pemerintah Malaysia minta Jepang untuk memberikan pinjaman lunak sehingga dapat membantu menyelesaikan utang negara yang telah mencapai 1 triliun ringgit atau sekitar Rp 3.500 triliun.

Dilansir dari The Star Online, Selasa (12/6/2018), pinjaman ini merupakan bagian dari beberapa proposal yang diajukan oleh Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad saat berkunjung ke Jepang.

Seperti diketahui, pria berusia 92 tahun itu melakukan lawatan pertamanya setelah memenangkan pemilu Malaysia pada bulan lalu, selama tiga hari di Jepang.

Baca juga: Mahathir Bakal Buka Kembali Kantor Kedubes Malaysia di Korut


Menurut dia, pinjaman lunak itu bisa menutup utang lama yang memiliki suku bunga hingga mencapai 6 persen.

"Beberapa utang selama ini mengucur dengan komisi 10 persen bagi orang yang memfasilitasi kredit. Dengan begitu, jika kita pinjam 100 juta ringgit, kita hanya dapat 90 juta ringgit dengan bunga 6 persen," ujar Mahathir.

Dia berpendapat, dengan mengambil pinjaman dari sumber lain maka negara dapat mengurangi utang lama.

"Ini akan membantu utang nasional kita yang besar," ucapnya.

Selain dapat membayar utang lama, pinjaman yen dari Jepang bisa digunakan untuk mengeksekusi rencana pembangunan yang telah disepakati dengan Jepang.

Sementara itu, salah satu proposal yang diajukan oleh Mahathir memuat tentang tawaran membangun cabang universitas Jepang.

Baca juga: Proton Dibeli China, Mahathir Akan Buat Perusahaan Mobil Nasional Baru

Dia mengatakan, ada empat universitas Inggris di Malaysia, dan beberapa universitas Australia, serta satu universitas dari China dengan jumlah mahasiswa mencapai 20.000 orang.

"Jepang terkendala oleh kebijakan dan pendanaan mereka. Jadi, kami berharap pemerintah akan mempertimbangkannya," kata Mahathir.



Terkini Lainnya

Polisi Perancis Buru Pelaku Serangan Bom di Lyon

Polisi Perancis Buru Pelaku Serangan Bom di Lyon

Internasional
Sebelum Kedatangan Trump, Jepang Diguncang Gempa

Sebelum Kedatangan Trump, Jepang Diguncang Gempa

Internasional
PM Pakistan: Perang di Kawasan Teluk Bukan Solusi Setiap Masalah

PM Pakistan: Perang di Kawasan Teluk Bukan Solusi Setiap Masalah

Internasional
Warga Yahudi di Jerman Diperingatkan agar Tak Pakai Topi Kipah

Warga Yahudi di Jerman Diperingatkan agar Tak Pakai Topi Kipah

Internasional
Sejarah Terbentuknya Cikal Bakal Uni Eropa 70 Tahun Lalu

Sejarah Terbentuknya Cikal Bakal Uni Eropa 70 Tahun Lalu

Internasional
Mimpi JFK Mendaratkan Manusia di Bulan dan Narasi Melawan Komunisme

Mimpi JFK Mendaratkan Manusia di Bulan dan Narasi Melawan Komunisme

Internasional
Korban Keganasan Puncak Everest Berjatuhan, 10 Pendaki Tewas

Korban Keganasan Puncak Everest Berjatuhan, 10 Pendaki Tewas

Internasional
Jadi Tamu Kehormatan Jepang, Trump Bakal Nonton Sumo dan Temui Kaisar

Jadi Tamu Kehormatan Jepang, Trump Bakal Nonton Sumo dan Temui Kaisar

Internasional
Murid Sekolah di Australia Pamer Kemampuan Berbahasa dan Kesenian Indonesia

Murid Sekolah di Australia Pamer Kemampuan Berbahasa dan Kesenian Indonesia

Internasional
Intip Aksi Robot Pertama yang Bersihkan Kaca Gedung Pencakar Langit

Intip Aksi Robot Pertama yang Bersihkan Kaca Gedung Pencakar Langit

Internasional
Korut Sebut Penyelesaian Masalah Nuklir dengan AS Akan Suram, kecuali...

Korut Sebut Penyelesaian Masalah Nuklir dengan AS Akan Suram, kecuali...

Internasional
Napi Sandera Pengunjung Picu Bentrokan dengan Polisi, 25 Orang Tewas

Napi Sandera Pengunjung Picu Bentrokan dengan Polisi, 25 Orang Tewas

Internasional
Bunuh Rekannya di Panti Jompo, Nenek 102 Tahun Jadi Tersangka

Bunuh Rekannya di Panti Jompo, Nenek 102 Tahun Jadi Tersangka

Internasional
May Mundur, Ini 4 Hal soal Pertarungan Merebut Kursi PM Inggris...

May Mundur, Ini 4 Hal soal Pertarungan Merebut Kursi PM Inggris...

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Saudi Tak Ingin Perang | Pelecehan di Pesawat

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Saudi Tak Ingin Perang | Pelecehan di Pesawat

Internasional

Close Ads X