143 WNI Ditahan dalam Penggerebekan 505 Panti Pijat di Malaysia

Kompas.com - 13/06/2018, 15:08 WIB
Ilustrasi panti pijat.
 

Flickr/ABC News Ilustrasi panti pijat.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Sejak awal tahun ini, aparat keamanan Malaysia menggerebek 505 panti pijat yang diduga menjadi tempat prostitusi terselubung.

Dari seluruh penggerebekan itu kepolisian Malaysia sudah menahan lebih dari 1.000 orang yang diduga terlibat prostitusi.

Menurut harian The New Strait Times, kepala departemen investigasi kriminial kepolisian Malaysia Wan Ahmad Najmudin menjelaskan, penggerebekan itu dilakukan pada Januari hingga Mei.

Baca juga: Polisi Gadungan Dibekuk di Panti Pijat


"Penggerebekan fokus di Selangor, Kuala Lumpur, Johor, dan Perak," kata Najmuddin.

"Berdasarkan hasil operasi itu, sebagian besar yang ditahan adalah para perempuan Thailand. Secara umum, prostitusi dan penyalahgunaan visa turis masih bisa dikendalikan," tambah dia.

Menurut data kepolisian mereka yang ditahan terdiri atas 434 perempuan Thailand, 285 orang asal Vietnam, 153 orang Indonesia, 142 orang China, dan 34 perempuan Filipina.

"Sisanya berasal dari Kamboja, Myanmar, Laos, dan Bangladesh," tambah Najmuddin.

Dia melanjutkan, tindakan tegas dari kepolisian dan pihak imigrasi Malaysia ini sudah mendapatkan hasil positif.

"Tindakan kami didasari undang-undang anti-kegiatan kriminal 1959 dan undang-undang anti-perdagangan manusia," Najmuddin menjelaskan.

Baca juga: Panti Pijat Plus-plus di Batam Digerebek, Pemilik Digiring



Terkini Lainnya

Polisi Perancis Buru Pelaku Serangan Bom di Lyon

Polisi Perancis Buru Pelaku Serangan Bom di Lyon

Internasional
Sebelum Kedatangan Trump, Jepang Diguncang Gempa

Sebelum Kedatangan Trump, Jepang Diguncang Gempa

Internasional
PM Pakistan: Perang di Kawasan Teluk Bukan Solusi Setiap Masalah

PM Pakistan: Perang di Kawasan Teluk Bukan Solusi Setiap Masalah

Internasional
Warga Yahudi di Jerman Diperingatkan agar Tak Pakai Topi Kipah

Warga Yahudi di Jerman Diperingatkan agar Tak Pakai Topi Kipah

Internasional
Sejarah Terbentuknya Cikal Bakal Uni Eropa 70 Tahun Lalu

Sejarah Terbentuknya Cikal Bakal Uni Eropa 70 Tahun Lalu

Internasional
Mimpi JFK Mendaratkan Manusia di Bulan dan Narasi Melawan Komunisme

Mimpi JFK Mendaratkan Manusia di Bulan dan Narasi Melawan Komunisme

Internasional
Korban Keganasan Puncak Everest Berjatuhan, 10 Pendaki Tewas

Korban Keganasan Puncak Everest Berjatuhan, 10 Pendaki Tewas

Internasional
Jadi Tamu Kehormatan Jepang, Trump Bakal Nonton Sumo dan Temui Kaisar

Jadi Tamu Kehormatan Jepang, Trump Bakal Nonton Sumo dan Temui Kaisar

Internasional
Murid Sekolah di Australia Pamer Kemampuan Berbahasa dan Kesenian Indonesia

Murid Sekolah di Australia Pamer Kemampuan Berbahasa dan Kesenian Indonesia

Internasional
Intip Aksi Robot Pertama yang Bersihkan Kaca Gedung Pencakar Langit

Intip Aksi Robot Pertama yang Bersihkan Kaca Gedung Pencakar Langit

Internasional
Korut Sebut Penyelesaian Masalah Nuklir dengan AS Akan Suram, kecuali...

Korut Sebut Penyelesaian Masalah Nuklir dengan AS Akan Suram, kecuali...

Internasional
Napi Sandera Pengunjung Picu Bentrokan dengan Polisi, 25 Orang Tewas

Napi Sandera Pengunjung Picu Bentrokan dengan Polisi, 25 Orang Tewas

Internasional
Bunuh Rekannya di Panti Jompo, Nenek 102 Tahun Jadi Tersangka

Bunuh Rekannya di Panti Jompo, Nenek 102 Tahun Jadi Tersangka

Internasional
May Mundur, Ini 4 Hal soal Pertarungan Merebut Kursi PM Inggris...

May Mundur, Ini 4 Hal soal Pertarungan Merebut Kursi PM Inggris...

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Saudi Tak Ingin Perang | Pelecehan di Pesawat

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Saudi Tak Ingin Perang | Pelecehan di Pesawat

Internasional

Close Ads X