Italia Bersiap Kirim 629 Migran Telantar ke Spanyol - Kompas.com

Italia Bersiap Kirim 629 Migran Telantar ke Spanyol

Kompas.com - 13/06/2018, 14:33 WIB
Dalam foto yang dirilis pada 6 Mei 2018 ini terlihat Aquarius, sebuah kapal SAR yang dioperasikan bersama oleh organisasi SOS Mediterranee dan Doctors without borders (MSF). Dalam foto ini Aquarius berada sekitar 50 kilometer dari pesisir Libya. AFP/LOUISA GOULIAMAKI Dalam foto yang dirilis pada 6 Mei 2018 ini terlihat Aquarius, sebuah kapal SAR yang dioperasikan bersama oleh organisasi SOS Mediterranee dan Doctors without borders (MSF). Dalam foto ini Aquarius berada sekitar 50 kilometer dari pesisir Libya.

ROMA, KOMPAS.com - Italia bersiap mengirim balik 629 migran yang telantar ke Spanyol dengan menggunakan kapal.

Langkah ini merupakan upaya Italia untuk menekan Eropa agar berbagi tanggung jawab mengakomodasi beberapa pendatang baru.

Italia mengirim dua kapal pada Selasa (12/6/2018) guna mengangkut 629 migran, termasuk 11 anak-anak dan 7 perempuan hamil, ke Spanyol.

Baca juga: Italia Tolak Kapal Pengungsi, 629 Migran Telantar di Tengah Laut


Pada Minggu (10/6/2018), kapal Aquarius yang dioperasikan organisasi Dokter Tanpa Batas (MSF) dan lembaga amal SOS Mediteranee, menyelamatkan 629 orang imigran yang berlayar dengan menggunakan dua perahu karet.

Malta dan Italia menolak menerima kapal tersebut. Namun, Spanyol pada Senin (11/6/2018) menyatakan akan menerima kapal migran itu untuk berlabuh di Valencia.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengumumkan, kapal dan penumpangnya akan disambut di Valencia, dalam upaya untuk mencegah bencana kemanusiaan.

"Ini adalah kewajiban kami untuk membantu menghindari bencana kemanusiaan dan menawarkan 'pelabuhan yang aman' bagi mereka, sehingga sesuai dengan kewajiban hukum internasional," katanya dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam pemerintahan baru Italia yang populis.

Dia menyebutkan, hukum internasional yang mengharuskan negara menampung para migran, yang sebagian besar berasal dari sub-Sahara Afrika.

"Ada tingkat sinisme dan tidak bertanggung jawab dalam perilaku pemerintah Italia sehubungan dengan situasi kemanusiaan yang dramatis," kata Macron kepada kabinetnya.

Baca juga: Israel Kembali Batalkan Rencana Mendeportasi Ribuan Migran Afrika

Teguran Prancis menyoroti ketegangan di dalam Uni Eropa tentang penanganan krisis migrasi yang telah lama terjadi.

Italia telah menampung lebih dari 640.000 migran selama lima tahun terakhir.

Namun, negara-negara Uni Eropa lainnya telah mengabaikan permohonan dari Italia untuk mengakomodasi sebagian migran.


Terkini Lainnya

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Regional
Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Nasional
Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Regional
Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Regional
Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Regional
Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Regional
Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Regional
Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Edukasi
Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Regional
Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Edukasi
Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Regional
Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Megapolitan
Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Internasional
Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Nasional
Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Megapolitan

Close Ads X