Bakal Akhiri Latihan Militer dengan Korsel, Trump Dikritik - Kompas.com

Bakal Akhiri Latihan Militer dengan Korsel, Trump Dikritik

Kompas.com - 13/06/2018, 13:40 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) berjalan bersama Presiden AS Donald Trump pada pertemuan bersejarah antara AS-Korea Utara, di Hotel Capella di Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6/2018). Pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya bagi pemimpin kedua negara dan menjadi momentum negosiasi untuk mengakhiri kebuntuan permasalahan nuklir yang telah terjadi puluhan tahun.AFP PHOTO/SAUL LOEB Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) berjalan bersama Presiden AS Donald Trump pada pertemuan bersejarah antara AS-Korea Utara, di Hotel Capella di Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6/2018). Pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya bagi pemimpin kedua negara dan menjadi momentum negosiasi untuk mengakhiri kebuntuan permasalahan nuklir yang telah terjadi puluhan tahun.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengakhiri latihan militer dengan Korea Selatan ( Korsel) menuai kritikan.

Salah satunya adalah mantan Wakil Presiden Joe Biden yang menyatakan keputusan Trump telah memberi "kemenangan" bagi Korea Utara ( Korut).

Diwartakan Sky News Rabu (13/6/2018), wakil Barack Obama itu menuduh Trump melakukan pendekatan tak bertanggung jawab.

Baca juga: Trump: Latihan Militer AS dan Korsel Bakal Dihentikan

"Karena janji tak jelas, maka kita menurunkan pengawasan dan membuat aliansi di Semenanjung Korea menjadi lemah," tutur Biden dilansir The Hill.

Politisi berusia 75 tahun itu melanjutkan, Trump memberikan Korut kelonggaran terlalu banyak tanpa mendapat apapun.

"Presiden nampaknya tidak mempersiapkan materi pertemuan dengan baik. Seharusnya dia menekankan denuklirisasi yang menyeluruh dan transparan," tegas Biden.

Mantan pejabat militer Korsel, Moon Seong Mook, dalam pertemuan di Hotel Capella, Singapura tersebut, Pemimpin Korut Kim Jong Un telah menang.

Dia khawatir, keputusan Trump untuk menghentikan latihan bersandi Foal Eagle dan Key Resolve menjadi kemunduran bagi usaha dunia untuk melucuti nuklir Korut.

"Selain itu, saya juga mengkhawatirkan aliansi antara Washington dan Seoul terancam goyah," kata Ketua Pusat Strategi Unifikasi itu.

Sebelumnya dalam konferensi pers pasca-pertemuan, Trump mengumumkan latihan perang antara AS dengan Korsel bakal dihentikan.

Presiden 71 tahun itu menjelaskan, biaya untuk menggelar latihan perang dengan Korsel mahal, dan AS selalu menanggung sebagian besar.

Dia mencontohkan setiap latihan, sebuah pesawat pembom AS harus menempuh 6-7 jam perjalanan dari Guam menuju Korsel.

"Saya tahu banyak soal pesawat. Pembom itu terbang dan kemudian menjatuhkan bom di sekitar Korsel," ujar presiden asal Partai Republik itu.

Trump menghormati pertemuan dan hubungan yang sedang dijalin oleh Korut sehingga tidak elok jika tetap menggelar latihan perang.

"Saya kira (latihan perang) itu terlalu provokatif. Anda punya negara yang tinggal di sebelah Anda," kata Trump merujuk kepada Korut.

Latihan militer tersebut sering dikeluhkan oleh Korut karena dianggap ancaman terhadap keamanan mereka, dan meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea.

Baca juga: Keputusan Trump Akhiri Latihan Militer dengan Korsel Kejutkan Pentagon


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Dijual via Instagram, Bayi Berusia 3 Hari Laku Rp 3,8 Juta

Dijual via Instagram, Bayi Berusia 3 Hari Laku Rp 3,8 Juta

Regional
Terkait Suap Izin Meikarta, Bupati Bekasi dan 4 Pejabat Lainnya Diduga Terima Rp 7 Miliar

Terkait Suap Izin Meikarta, Bupati Bekasi dan 4 Pejabat Lainnya Diduga Terima Rp 7 Miliar

Nasional
Kasus Dugaan Suap Proyek Meikarta, KPK Tangkap Bupati Bekasi

Kasus Dugaan Suap Proyek Meikarta, KPK Tangkap Bupati Bekasi

Nasional
Warga Cililitan Tuntut Kepastian Pembayaran Ganti Rugi Lahan

Warga Cililitan Tuntut Kepastian Pembayaran Ganti Rugi Lahan

Megapolitan
Pemerintah Percepat Kota Layak Anak di 128 Kabupaten/Kota

Pemerintah Percepat Kota Layak Anak di 128 Kabupaten/Kota

Regional
Diduga Suap Bupati Bekasi, Petinggi Lippo Group Billy Sindoro Jadi Tersangka

Diduga Suap Bupati Bekasi, Petinggi Lippo Group Billy Sindoro Jadi Tersangka

Nasional
Selain Bupati Bekasi, KPK Tetapkan 8 Orang Lain sebagai Tersangka

Selain Bupati Bekasi, KPK Tetapkan 8 Orang Lain sebagai Tersangka

Nasional
KPK: Bupati Bekasi Tersangka Kasus Korupsi Terkait Perizinan Meikarta

KPK: Bupati Bekasi Tersangka Kasus Korupsi Terkait Perizinan Meikarta

Nasional
Fraksi PDI-P Sarankan Pemprov DKI Gaji Penarik Becak untuk Layani Wisatawan

Fraksi PDI-P Sarankan Pemprov DKI Gaji Penarik Becak untuk Layani Wisatawan

Megapolitan
Bacakan Pleidoi, Kuasa Hukum Minta FN Dibebaskan dari Dakwaan dan Tuntutan Pidana

Bacakan Pleidoi, Kuasa Hukum Minta FN Dibebaskan dari Dakwaan dan Tuntutan Pidana

Regional
Selain Bupati Bekasi, KPK Tetapkan 3 Kepala Dinas dan 1 Pejabat sebagai Tersangka

Selain Bupati Bekasi, KPK Tetapkan 3 Kepala Dinas dan 1 Pejabat sebagai Tersangka

Nasional
Jalan Jatibaru Raya Dibuka Lagi, Tak Ada 'Re-route' Angkutan Umum

Jalan Jatibaru Raya Dibuka Lagi, Tak Ada "Re-route" Angkutan Umum

Megapolitan
Jenazah Bayi Ditemukan di Tempat Sampah Kawasan Stasiun Tanah Abang

Jenazah Bayi Ditemukan di Tempat Sampah Kawasan Stasiun Tanah Abang

Megapolitan
KPK Tetapkan Bupati Bekasi sebagai Tersangka

KPK Tetapkan Bupati Bekasi sebagai Tersangka

Nasional
Indonesia Menari, Cara Dekatkan Warga Bandung dengan Tari Tradisional

Indonesia Menari, Cara Dekatkan Warga Bandung dengan Tari Tradisional

Regional
Close Ads X