Dari 3 Indikator, Pertemuan Trump-Kim Baru Sukses di 1 Tahap

Kompas.com - 13/06/2018, 04:30 WIB
Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menandatangani kesepakatan usai melakukan pertemuan di Hotel Capella, Singapura, Selasa (12/6/2018). Penandatanganan ini disaksikan Menlu AS Mike Pompeo dan adik Kim Jong Un, Kim Yo Jong.
AFP/SAUL LOEBPresiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menandatangani kesepakatan usai melakukan pertemuan di Hotel Capella, Singapura, Selasa (12/6/2018). Penandatanganan ini disaksikan Menlu AS Mike Pompeo dan adik Kim Jong Un, Kim Yo Jong.

Trump jelas sadar bahwa proses untuk meyakinkan Korut agar bersedia menyerahkan seluruh senjata nuklirnya bakal berlangsung lama.

Apalagi, tentu Trump sudah memahami stigma Korut sebagai negara yang dilaporkan sering melanggar komitmen sendiri.

Selain itu, sangat sulit memastikan apakah negeri komunis tersebut benar-benar telah memulai proses penghapusan nuklir.

Baca juga: AS Sebut Libya Bisa Jadi Contoh Denuklirisasi Korut

Pada 24 Mei lalu, Korut menyatakan telah menghancurkan situs uji coba nuklir mereka yang terletak di Punggye-ri, Gunung Mantap.

Jurnalis asing juga didatangkan untuk melihat langsung proses penghancuran situs yang telah menggelar lima dari enam uji coba nuklir Korut tersebut.

Namun, seperti diwartakan Business Insider, para jurnalis itu kesulitan untuk memastikan apakah Korut benar-benar menutup Punggye-ri.

"Memang kami melihat pintu masuk terowongan telah dihancurkan. Namun, kami tidak bisa memastikan apa yang terjadi setelahnya," kata jurnalis Sky News, Tom Cheshire.

Jadi, Trump menyatakan bakal menambahkan poin yang tidak tercantum selama pertemuan supaya proses denuklirisasi tetap berjalan di lajur yang benar.

Proses denuklirisasi menyeluruh yang diinginkan Trump sangat kecil kemungkinannya bisa diselesaikan dalam 1-2 tahun ke depan.

Jadi, indikator ketiga, melihat Korut bisa merasakan keuntungan setelah menghapus keberadaan nuklirnya, masih jauh terlihat.

Namun, presiden 71 tahun itu berujar bahwa dia mempercayai Kim, dan yakin Kim juga menaruh kepercayaan terhadapnya.

"Kami berdua ingin melakukan sesuatu, dan saat ini kami memiliki relasi spesial. Masyarakat bakal sangat kagum dan bahagia dengan pencapaian kami," cetus Trump.

Baca juga: Korea Utara Resmi Hancurkan Situs Nuklir Punggye-ri

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X