IAEA Siap untuk Menginspeksi Proses Denuklirisasi Korea Utara

Kompas.com - 12/06/2018, 18:40 WIB
Direktur Jenderal IAEA, Yukiya Amano.AFP/SUMY SADURNI Direktur Jenderal IAEA, Yukiya Amano.

VIENNA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional ( IAEA) Yukiya Amano menyambut baik hasil pertemuan Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Singapura.

"Saya menyambut baik pernyataan Presiden Trump dan Ketua Kim Jong Un di Singapura termasuk komitmen Korea untuk melakukan denuklirisasi menyeluruh di Semenanjung Korea," kata Amano, Selasa (12/6/2018).

Lebih jauh, Amano menambahkan, IAEA menawarkan diri untuk membantu melakukan verifikasi semua kesepakatan AS dan Korea Utara terkait program nuklir Pyongyang.

Baca juga: China Ingin Korea Utara Lakukan Denuklirisasi Total

"IAEA akan terus memantau negosiasi yang akan digelar antara kedua negara untuk mengimplementasikan hasil dari KTT AS-Korut," ujar Amano.

"IAEA siap untuk melakukan verifikasi di Korea Utara jika diminta oleh negara-negara yang berkepentingan," lanjut dia.

Pekan lalu, Amano mengatakan, IAEA siap melakukan kembali inspeksi ke Korea Utara dalam waktu dekat jika kesepakatan politik tercapai.

"Kami bisa dengan cepat memobilisasi banyak staf jika memang diperlukan," Amano menegaskan.

Pada 2009, Pyongyang mengusir para penyidik IAEA dari situs nuklir Yongbyon dan sejak itu melarang inspeksi IAEA di wilayahnya.

Denuklirisasi menjadi salah satu poin yang dibahas Presiden Trump dan Kim Jong Un di Singapura.

Usai pertemuan, Presiden Trump mengatakan, Kim Jong Un bersedia melakukan denuklirisasi sepenuhnya di Semenanjung Korea.

Baca juga: Kesepakatan Diteken, Akankan Denuklirisasi Korut Berlangsung Mulus?



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Bobol Atap, Bos Mafia Italia Rocco Morabito Kabur dari Penjara di Uruguay

Bobol Atap, Bos Mafia Italia Rocco Morabito Kabur dari Penjara di Uruguay

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Manusia Pohon | Penampakan UFO Pertama

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Manusia Pohon | Penampakan UFO Pertama

Internasional
Insiden Bangunan Runtuh di Kamboja, 2 Orang Selamat dari Reruntuhan

Insiden Bangunan Runtuh di Kamboja, 2 Orang Selamat dari Reruntuhan

Internasional
Sedang Menjalankan Misi, 2 Jet Tempur Eurofighter Jerman Bertabrakan di Udara

Sedang Menjalankan Misi, 2 Jet Tempur Eurofighter Jerman Bertabrakan di Udara

Internasional
Terduga Otak Upaya Kudeta Etiopia Ditembak Mati

Terduga Otak Upaya Kudeta Etiopia Ditembak Mati

Internasional
'Manusia Pohon' Bangladesh Ini Ingin Tangannya Diamputasi agar Terbebas dari Sakit

"Manusia Pohon" Bangladesh Ini Ingin Tangannya Diamputasi agar Terbebas dari Sakit

Internasional
Keok Dua Kali di Istanbul, Pesona dan Pengaruh Erdogan Memudar?

Keok Dua Kali di Istanbul, Pesona dan Pengaruh Erdogan Memudar?

Internasional
Bahas Krisis Iran, Menlu AS ke Saudi Bertemu Raja Salman

Bahas Krisis Iran, Menlu AS ke Saudi Bertemu Raja Salman

Internasional
Baru 2 Minggu Bekerja, Karyawan Pabrik Sosis Ini Tewas Tersedot Mesin Pencampur Daging

Baru 2 Minggu Bekerja, Karyawan Pabrik Sosis Ini Tewas Tersedot Mesin Pencampur Daging

Internasional
Laporan Pertama hingga Inspirasi Film, Fakta Unik Penampakan UFO

Laporan Pertama hingga Inspirasi Film, Fakta Unik Penampakan UFO

Internasional
Mahathir: Saya Tak Akan Menjabat Jadi PM Malaysia Lebih dari 3 Tahun

Mahathir: Saya Tak Akan Menjabat Jadi PM Malaysia Lebih dari 3 Tahun

Internasional
Seekor Siput Kacaukan Sistem Kereta Api di Jepang Selatan

Seekor Siput Kacaukan Sistem Kereta Api di Jepang Selatan

Internasional
China Tak Akan Biarkan Isu Hong Kong Dibahas dalam KTT G20

China Tak Akan Biarkan Isu Hong Kong Dibahas dalam KTT G20

Internasional
Trump: Jika Terserah Penasihat Saya, Kami Bisa Perang dengan Seluruh Dunia

Trump: Jika Terserah Penasihat Saya, Kami Bisa Perang dengan Seluruh Dunia

Internasional
Ingin Gulingkan Pemerintah Vietnam, Pria AS Dihukum 12 Tahun Penjara

Ingin Gulingkan Pemerintah Vietnam, Pria AS Dihukum 12 Tahun Penjara

Internasional

Close Ads X