China Usulkan Pengurangan Sanksi Internasional terhadap Korut

Kompas.com - 12/06/2018, 17:28 WIB
Menteri Luar Negeri China Wang Yi berbicara mengenai pertemuan tingkat tinggi antara Presiden AS Donald Trump dengan Korea Utara Kim Jong Un. AFP / GREG BAKERMenteri Luar Negeri China Wang Yi berbicara mengenai pertemuan tingkat tinggi antara Presiden AS Donald Trump dengan Korea Utara Kim Jong Un.

BEIJING, KOMPAS.com - China mengusulkan dilakukannya pengurangan sanksi terhadap Pyongyang, beberapa jam usai dilangsungkannya pertemuan bersejarah antara Presiden AS Donald Trump dengan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un.

Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara kementerian luar negeri China, Geng Shuang, tak lama setelah berakhirnya pertemuan bersejarah yang dipuji Menteri Luar Negeri Wang Yi.

"Resolusi relevan yang telah disahkan Dewan Keamanan PBB menetapkan bahwa penyesuaian sanksi harus dilakukan sesuai dengan situasi bagaimana Korea Utara telah menerapkan perjanjian, termasuk menangguhkan atau menghapus sanksi yang relevan," kata Geng.

Ditambahkan Geng, China selalu mengimplementasikan sanksi PBB dengan cara yang ketat dan sungguh-sungguh.

Baca juga: Kesepakatan Diteken, Akankan Denuklirisasi Korut Berlangsung Mulus?

"China percaya, tindakan yang diambil Dewan Keamanan PBB harus mendukung dialog diplomatik saat ini dan upaya dalam kemajuan menuju denuklirisasi Semenanjung Korea," imbuh dia.

Para analis sepakat, penerapan sanksi ekonomi dan keuangan yang ketat terhadap Korea Utara telah memainkan peranan besar dalam mempengaruhi langkah diplomatik Korea Utara yang tiba-tiba selama enam bulan terakhir, setelah provikasi nuklir yang berulang-ulang.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Wang mengatakan menyambut dan mendukung pertemuan puncak antara AS dan pemimpin Korea Utara, mengharap kedua negara dapat mencapai konsensus untuk mencapai denuklirisasi.

"Fakta bahwa Trump dan Kim dapat duduk bersama dan berbicara dalam posisi yang setara memiliki arti penting dan positif, serta menciptakan sejarah baru," kata Wang dilansir SCMP.

"Pada saat yang sama, perlu ada mekanisme perdamaian untuk kawasan semenanjung, untuk menyelesaikan masalah keamanan Korea Utara yang masuk akal," tambahnya.

Namun Presiden AS Donald Trump, dalam konferensi pers usai pertemuan dan penandatanganan kesepakatan dengan Kim, menyebut sanksi akan tetap diberlakukan kepada Korea Utara hingga denuklirisasi sudah benar-benar dilakukan.

Baca juga: Jika Denuklirisasi, AS Janjikan Jaminan Keamanan Unik ke Korut

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber SCMP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X