Kompas.com - 12/06/2018, 10:52 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tengah memeriksa sebuah rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasong-12. KCNA/Reuters/IndependentPemimpin Korea Utara Kim Jong Un tengah memeriksa sebuah rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasong-12.

SINGAPURA, KOMPAS.com — Denuklirisasi diperkirakan menjadi agenda utama pada pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada Selasa (12/6/201).

Sebelum melangsungkan pertemuan bilateral, AS menekankan agar Korut menyerahkan senjata nuklirnya secara penuh, terverifikasi, dan tidak dapat dikembalikan.

Lalu, kapan masalah nuklir di Semenanjung Korea muncul yang kemudian menjadi perhatian dunia?

Isu nuklir di Semenanjung Korea muncul pada awal 1990-an ketika AS menduga Korut memiliki fasilitas pengembangan senjata nuklir. Tudingan itu berdasarkan pantauan satelit informasi.

Baca juga: Trump Yakin Pertemuan dengan Kim Akan Berhasil Luar Biasa

Namun, Korut menyangkal tuduhan tersebut dengan menyatakan tidak memiliki perhatian atau kemampuan untuk mengembangkan senjata nuklir.

Pemerintah Korut juga mengkritik AS yang menempatkan senjata nuklir di Korea Selatan sehingga mengancam keamanan negaranya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian, pada Mei 1992 hingga Februari 1992, Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) melakukan inspeksi ke Korut.

Pada Oktober 1994, Korut sepakat untuk membekukan program nuklirnya di bawah naungan Framework Agreement di Geneva.

Sebagai gantinya, Korut memperoleh pembangunan reaktor air dan bahan bakar minyak yang disediakan oleh Organisasi Pengembangan Energi Semenanjung Korea pimpinan AS.

Pembangunan tersebut sekaligus untuk menutupi kekurangan listrik di negara tertutup itu karena penangguhan rencana nuklirnya.

Baca juga: Pengawas Nuklir PBB Siap Lakukan Inspeksi ke Korea Utara

Pada Desember 2002, AS menghentikan pengiriman minyak ke Korut setelah dua bulan sebelumnya negara itu mengaku sedang menjalan program untuk pengayaan uranium.

Korut meresponsnya dengan mengklaim punya hak mengembangkan senjata nuklir dan senjata lain yang lebih kuat.

Korut mengumumkan berakhirnya program penangguhan nuklir dan memulai kembali fasilitas tersebut yang digunakan untuk menghasilkan listrik.

Pada Januari 2003, Korut menarik diri dari kesepakatan, kemudian Pemerintah China mengadakan pembicaraan enam negara yang melibatkan Korut, AS, Korea Selatan, Rusia, dan Jepang.

Pada 19 September 2005, enam negara dengan suara bulat menegaskan kembali denuklirisasi yang dapat diverifikasi dengan cara damai.

AS menegaskan tidak memiliki senjata nuklir di Semenanjung Korea dan tidak berniat menyerang Korut dengan senjata nuklir atau konvensional.

Citra satelit bertanggal 16 Januari 2018 yang memperlihatkan reaktor nuklir di Yongbyon, Korea Utara (via Daily Mirror).- Citra satelit bertanggal 16 Januari 2018 yang memperlihatkan reaktor nuklir di Yongbyon, Korea Utara (via Daily Mirror).
Penutupan situs nuklir

Pada Juli 2007, Korut menutup dan menyegel fasilitas nuklirnya di Yongbyon.

Pada November 2007, Korut mulai menonaktifkan tiga fasilitas nuklir di Yongbyon. Namun, kesepakatan yang dicapai belum dilaksanakan secara efektif.

Pada Juni 2008, Korut menghancurkan menara pendingin di kompleks nuklir Yongbyon, menandai langkah simbolis menuju denuklirisasi.

Kemudian, 5 April 2009, Korut melakukan peluncuran roket, yang menimbulkan keprihatinan serius dari berbagai pihak.

Selanjutnya, pada 23 Mei 2009, Korut mengumumkan keberhasilan peluncuran uji coba nuklir di bawah tanah.

Pada 12 Februari, Korut meluncurkan uji coba nuklir ketiga.

Baca juga: Korea Utara Resmi Hancurkan Situs Nuklir Punggye-ri

Korut melanjutkan uji coba nuklir yang keempat pada 6 Januari 2016 dan diklaim sukses dengan menggunakan bom hidrogen.

Pada 3 September 2017, Korut mengklaim berhasil meledakkan bom hidrogen yang mampu dibawa oleh rudal balistik antarbenua (ICBM).

Kemudian, hubungan antara Seoul dan Pyongyang mulai berubah sejak awal 2018 sehingga menghidupkan kembali harapan akan perdamaian abadi di Semenanjung Korea.

Pada 27 April 2018, Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengoonfirmasi tujuan bersama untuk mewujudkan Semenanjung Korea yang bebas nuklir melalui denuklirisasi lengkap.

Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah deklarasi yang dikeluarkan, setelah pertemuan mereka di desa gencatan senjata Panmunjom.

Baca juga: Korut Janji Bongkar Situs Uji Coba Nuklir, Trump Ucapkan Terima Kasih

Korut dilaporkan telah membongkar tempat uji coba nuklir Punggye-ri pada 24 Mei lalu menjelang pertemuan AS-Korut.

Lalu, apakah perjalanan pengembangan dan uji coba senjata nuklir Korut akan berakhir pada pertemuan bersejarah antara Trump dan Kim hari ini di Singapura?

Setelah pertemuan berakhir, Trump juga dijadwalkan melakukan konferensi pers pada pukul 16.00 waku Singapura atau pukul 15.00 WIB.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Xinhuanet
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.