Gedung Putih: Presiden Trump Tinggalkan Singapura Selasa Malam

Kompas.com - 11/06/2018, 20:35 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Istana, Senin (11/6/2018). (AFP/Saul Loeb) Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Istana, Senin (11/6/2018). (AFP/Saul Loeb)
|

SINGAPURA, KOMPAS.com - Nampaknya, Presiden AS Donald Trump amat yakin pertemuannya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Selasa (12/6/2018), bakal membuahkan hasil.

Pasalnya, sebuah pernyataan Gedung Putih yang dirilis pada Senin (11/8/2018), menyiratkan pertemuan kedua pemimpin itu akan berlangsung lebih cepat dari yang diperkirakan.

Seperti dilansir dari harian The Strait Times, Gedung Putih mengatakan, Trump akan menggelar jumpa pers usai menggelar pertemuan dengan Kim Jong Un.

Setelah melakukan jumpa pers, Trump akan langsung bertolak ke Amerika Serikat pada pukul 20.00 waktu setempat.

Baca juga: Membandingkan Selera Makan Donald Trump dan Kim Jong Un

Menurut rencana, Trump dan Kim Jong Un akan bertemu pada pukul 09.00 yang akan dilanjutnya dengan pembicaraan empat mata, yang hanya didampingi para penterjemah.

Terkait pertemuan dengan Kim Jong Un, Menlu Mike Pompeo mengatakan, Trump sudah amat siap untuk melakoninya.

"Presiden sudah amat siap untuk menjalani pertemuan," kata Pompeo.

Sejumlah analis menilai pertemuan itu bakal berlangsung alot karena Kim Jong Un nampaknya akan sulit memenuhi permintaan untuk menghentikan program nuklirnya.

Para analis menilai, keputusan Trump untuk berbicara empat mata dengan Kim Jong Un tak akan banyak mengubah keadaan.

Sebab, kedua pemimpin itu telah sejak lama salah memahami pernyataan masing-masing, kecuali terdapat para pejabat lain yang hadir dalam pertemuan tersebut.

"Trump tidak cukup berpengalaman atau terlalu temperamental dalam menangani kompleksitas sebuah negosiasi nuklir atau isu kompleks terkait sejarah panjang Korea," kata David Rothkopf, peneliti tamu di Carnegie Endowment for International Peace.

Baca juga: Lewat Surat, Kim Jong Un Undang Trump ke Korea Utara pada Bulan Juli

Sementara itu, juga akan digelar pertemuan bilateral antara kedua delegasi.

Dalam pertemuan bilateral itu, delegasi AS akan diwakili Menlu Mike Pompeo, Kepala Staf Gedung Putih John Kelly, dan penasihat keamanan John Bolton.

Sedangkan dalam acara makan siang bersama akan dihadiri sekretaris pers Gedung Putih Sarah Sanders, Duta Besar Sung Kim, dan Direktur Senior Dewan Keamanan Nasional untuk Asia, Matt Pottinger.




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X