Kompas.com - 11/06/2018, 17:17 WIB

GAZA, KOMPAS.com - Serangan udara kembali dilancarkan militer Israel ke kawasan Jalur Gaza, menargetkan terowongan milik Hamas yang mengarah ke laut.

Terowongan-terowongan tersebut diyakini memberi akses anggota Hamas untuk menuju kawasan perairan tanpa terdeteksi.

Melansir dari The New Arab, terowongan ke arah laut yang baru pertama kali ditemukan berkat informasi intelijen Israel tersebut dihancurkan pada 3 Juni lalu.

Dalam serangan yang dilancarkan di utara Jalur Gaza tersebut menargetkan belasan fasilitas milik Hamas.

Dikatakan juru bicara militer Israel, Jonathan Cornicus, diyakini masih ada terowongan menuju laut lain yang belum berhasil ditemukan.

Baca juga: Penjara Israel akan Larang Narapidana Hamas Tonton Piala Dunia

"Kami terus memantau menggunakan seluruh operasional, kemampuan teknis dan intelijen yang kami miliki," tambahnya, Minggu (10/6/2018).

Cornicus menambahkan, terowongan yang dihancurkan menghubungkan fasilitas militer Hamas menuju perairan Laut Mediterania hingga puluhan meter di kedalaman tanah di bawah laut.

"Terowongan tersebut dapat menfasilitasi kegiatan permusuhan melawan negara Israel dengan pintu keluar terowongan yang hanya berjarak sekitar tiga kilometer dari perbatasan," tambahnya.

Hamas diyakini juga telah menggunakan terowongan dalam pelatihan dan kegiatan operasional.

Israel telah menempatkan misi menghancurkan terowongan Hamas sebagai prioritas tertinggi, menyusul penyusupan yang dilakukan Hamas ke Israel selama perang 2014.

Hingga bentrokan yang terjadi di dekat perbatasan Gaza dengan Israel pekan lalu, telah ada lebih dari 120 warga Palestina yang menjadi korban tewas.

Baca juga: Israel Hancurkan Terowongan Terpanjang Buatan Hamas

Rangkaian demonstrasi yang dijuluki "Great Return March" dimulai pada 30 Maret lalu, menuntut pengembalian para pengungsi Palestina ke kampung halaman mereka sejak terusir pada 1948.

Demonstrasi mencapai puncak kekerasan setelah terjadi bentrok pada 14 Mei lalu yang menewaskan setidaknya 61 warga Palestina dari ribuan peserta aksi yang menolak peresmian kedutaan AS di Yerusalem.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.