Kompas.com - 11/06/2018, 13:22 WIB
Aksi para pengawal Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang berlari di sekeliling limosinnya ketika menuju kantor Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong Minggu (10/6/2018). Chosun Ilbo/NewsisAksi para pengawal Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang berlari di sekeliling limosinnya ketika menuju kantor Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong Minggu (10/6/2018).

SINGAPURA, KOMPAS.com - Pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un di Singapura tidak hanya menarik warga lokal di sana.

Melainkan juga keamanan yang dibawa sendiri oleh Kim. Salah satunya adalah pasukan pengawal pemimpin yang berkuasa sejak 2011 tersebut.

Chosun Ilbo melansir Senin (11/6/2018), ke-12 orang berjas hitam berlari mengelilingi limosin Kim ketika meninggalkan Hotel St Regis.

Baca juga: Repotnya Mengatur Perjalanan Kim Jong Un ke Singapura

Kim bertolak dari hotel itu pukul 18.22 Minggu (10/6/2018) waktu setempat untuk bertemu Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.

Lima orang masing-masing berlari di kiri dan kanan limosin. Adapun dua orang sisanya berlari di belakang mobil tersebut.

Pasukan itu mendapat julukan "pengawal anti-peluru" karena perlindungan jarak dekat dan ketat yang mereka perlihatkan.

Para pengawal itu menjadi sorotan ketika mereka berlari mengikuti mobil Kim yang pergi dari zona demiliterisasi Panmunjom.

Saat itu, Kim menggelar pertemuan dengan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae In dalam Konferensi Tingkat Tinggi Antar-Korea 27 April lalu.

Selain keamanan, Korut juga mengirim tim jurnalis untuk meliput pertemuan yang bakal digelar di Hotel Capella, Pulau Sentosa, besok (12/6/2018).

Tim jurnalis itu mulai merekam Kim ketika dia menginjakkan kaki keluar dari pesawat di Bandara Internasional Changi.

Tidak seperti jurnalis asing lainnya, para wartawan Korut itu diperbolehkan meliput Kim dari dekat. Mereka meliput mulai dari bandara hingga hotel.

Meski begitu, kehadiran mereka sempat dikeluhkan oleh seorang pejabat Korut. "Kenapa mereka begitu kacau?" katanya.

Baca juga: Semut Pun Tak Akan Lolos dari Pasukan Pengawal Kim Jong Un



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X