Kompas.com - 11/06/2018, 08:08 WIB

ANKARA, KOMPAS.com - Pasukan AS dan Turki akan memulai patroli bersama di Manbij, kota utama Suriah utara sebagai bagian dari kesepakatan yang telah dicapai kedua pihak pada pekan kemarin untuk penarikan miliki Kurdi Suriah.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Turki, Nurettin Canikli usai bertemu dengan rekan Amerikanya, James Mattis setelah menghadiri pertemuan NATO yang digelar Jumat (8/6/2018) di Brussels.

"Kami telah melakukan pertemuan yang mendetail, membangun dan positif kaitannya dengan perencanaan di kota Manbij," kata Canikli dilansir media pemerintah, Anadolu.

Sebelumnya diumumkan, pasukan dari Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) akan menarik diri dari kota Manbij sebagai kesepakatan kunci antara perantara Ankara dengan Washington atas perencaan untuk masa depan kota yang strategis.

Baca juga: Putin: Militer Rusia Ada di Suriah Selama Dibutuhkan

Pasukan yang didukung AS tersebut telah berperan penting dalam peperangan melawan kelompok teroris ISIS dan mendesak mereka keluar dari wilayah Suriah utara, termasuk Manbij.

Namun Ankara telah berulang kali mendesak kepada AS untuk berhenti memberikan dukungan kepada kelompok YPG yang telah dianggap sebagai kelompok teror karena terlibat dalam aksi pemberontakan di Turki.

Desakan dari kesepakatan Turki dengan AS itu pun telah memaksa kelompok Kurdi Suriah untuk akhirnya berdialog dengan rezim Presiden Bashar Al Assad.

Mereka memandang saat ini menjadi waktu yang tepat untuk dialog dengan pemerintah Suriah, karena rezim Assad yang juga menentang kesepakatan Turki dengan AS atas kota Manbij.

Belum ada tanggapan dari Damaskus terkait pernyataan kelompok Kurdi tersebut. Namun dalam dialog sebelumnya antara Kurdi Suriah dengan Damaskus yang disponsori Rusia tidak tercapai kesepakatan.

Baca juga: Kelompok Kurdi Suriah Siap Berdialog dengan Rezim Assad

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Arab News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.