Jadi Lokasi KTT Kim dan Trump, Apa Keuntungan Bagi Singapura?

Kompas.com - 10/06/2018, 14:14 WIB
PM Singapura, Lee Hsien Loong. AFP/ROSLAN RAHMANPM Singapura, Lee Hsien Loong.
|

SINGAPURA, KOMPAS.com - PM Singapura Lee Hsien Loong, Minggu (10/6/2018), mengatakan dengan menjadi tuan rumah pertemuan Kim Jong Un dan Presiden Donald Trump maka banyak keuntungan yang diraih negeri kota itu.

Singapura, ujar Lee, akan mendapatkan publisitas dan menunjukkan posisi negeri itu di mata dunia internasional.

"Jika bicara dampak langsung (menjadi tuan rumah pertemuan, Singapura mendapakan publisitas," ujar PM Lee di pusat media internasional menjelang pertemuan yang akan digelar dua hari mendatang.

"Fakta bahwa Singapura yang dipilih, kami tidak mengajukan diri, menunjukkan posisi Singapura di hadapan kedua pihak dan posisi negeri ini di dunia internasional," tambah Lee.

Baca juga: Ilyushin 62M, Pesawat Kuno yang Terbangkan Kim Jong Un ke Singapura

Lee melanjutkan, dari sudut pandang Singapura, pertemuan Kim dan Trump harus terlaksana dan membuahkan hasil positif.

"Saat kedua negara meminta kami menjadi tuan rumah, kami tentu tak bisa menolak. Kami harus melangkah dan kami bisa. Kami mampu melakukannya, kami mengerahkan sumber daya yang besar tapi kami berhasil," tambah dia.

Lee membenarkan, Singapura harus merogoh kocek hingga 20 juta dolar AS atau sekitar Rp 278 miliar untuk mempersiapkan ajang bersejarah itu.

"Kami tak keberatan mengeluarkanbiaya dan itulah kontribusi kami bagi dunia interasional yang juga merupakan kepentingan kami," kata Lee.

Pada Minggu pagi, PM Lee mengunjungi pusat operas AD Singapura di Sentosa dan markas komando kepolisian nasional.

"Militer dan kepolisian melakukan pekerjaan mereka dengan baik. Kini tinggal mereka melakukan kordinasi dan integrasi. Mereka akan siap beroperasi," Lee menegaskan.

Baca juga: Kim Jong Un Dijadwalkan Tiba di Singapura Minggu Sore

PM Lee dijadwalkan menggelar pertemuan terpisah dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump.

Dijadwalkan pertemuan PM Lee dan Kim Jong Un digelar pada Minggu (10/6/2018) malam dan dengan Presiden Donald Trump pada Senin (11/6/2018).  

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Internasional
Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Internasional
Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Internasional
Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

Internasional
Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Internasional
Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Internasional
Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X