Kompas.com - 09/06/2018, 23:25 WIB
Ilustrasi perempuan hamil. THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi perempuan hamil.

KILOMBERO, KOMPAS.com - Kelompok hak asasi manusia di Tanzania mengecam kepolisian yang memaksa seorang perempuan untuk melahirkan di kantor polisi.

Tak hanya dilarang pergi ke rumah sakit saat hendak melahirkan, Amina Raphael Mbunda (26) juga terpaksa melahirkan tanpa bantuan dokter maupun bidan.

Amina yang tengah hamil tua ditangkap petugas di rumahnya di distrik timur Kilombero, Tanzania, Sabtu (2/6/2018) pekan lalu. Polisi sebenarnya tengah mencari suami Amina yang dicurigai telah menjadi penadah kasur curian.

Baca juga: Perempuan Ini Mengaku Hamil 6 Bulan di Usia 70 Tahun

Dikabarkan surat kabar Mwananchi, yang dilansir AFP, Sabtu (9/6/2018), perempuan itu telah memohon kepada petugas untuk mengizinkannya ke rumah sakit karena hendak melahirkan.

Namun permohonan tersebut tidak dikabulkan oleh petugas sehingga memaksa Amina untuk melahirkan di halaman depan kantor polisi pada tengah malam.

Kasus tersebut telah dikonfirmasi oleh komandan polisi daerah yang juga mengatakan telah membuka penyelidikan terkait insiden itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendati demikian, perlakuan yang ditunjukkan petugas kepolisian terhadap Amina sudah terlanjur memicu kemarahan kelompok hak asasi manusia di Tanzania.

Mereka menilai, sikap petugas terhadap perempuan, bahkan yang sedang hamil, sangat memalukan.

"Kepolisian sangat memalukan," kata Helen Kijo-Bisimba, Kepala Pusat Hukum dan HAM Tanzania melalui akun Twitternya.

"Bagaimana bisa seseorang ditangkap karena pelanggaran hukum yang dilakukan oleh orang lain? Dan lagi mereka tidak menyadari jika dia akan melahirkan? Apa yang akan terjadi jika perempuan itu meninggal di kantor polisi?" lanjut Kijo-Bisimba.

Baca juga: Sedang Hamil 7,5 Bulan, Perempuan Ini Divonis Idap Leukemia

Sementara itu, Koalisi Melawan Kekerasan Perempuan dan Anak-anak telah mengeluarkan pernyataan yang mengecam sikap petugas polisi yang telah menyebabkan nyawa perempuan dan bayi dalam kandungannya terancam.

"Kejadian ini menambah panjang daftar orang-orang yang menjadi sasaran kekejaman dan penghinaan yang ditimbulkan oleh polisi," kata koalisi dalam pernyataannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.