"Hacker" China Diduga Curi Data Misil Supersonik Kapal Selam AS

Kompas.com - 09/06/2018, 16:11 WIB
USS Mississippi milik angkatan laut AS merapat di dermaga pulau Jeju, Korea Selatan, Rabu (22/11/2017). US Navy photo via Express.co.ukUSS Mississippi milik angkatan laut AS merapat di dermaga pulau Jeju, Korea Selatan, Rabu (22/11/2017).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Peretas asal China disebut telah mencuri data sensitif dari komputer milik seorang kontraktor Angkatan Laut AS.

Data yang dicuri tersebut termasuk rencana untuk misil supersonik anti-kapal yang diluncurkan dari kapal selam.

Menurut sumber Washington Post dari pejabat AS yang dirahasiakan identitasnya, insiden peretasan tersebut diduga terjadi antara bulan Januari dan Februari.

Penyelidikan saat ini tengah dilakukan dengan dipimpin langsung oleh Angkatan Laut AS bekerja sama dengan Biro Investigasi Federal (FBI).

Tindakan peretasan tersebut diyakini menimpa kontraktor yang bekerja untuk Pusat Peperangan Kapal Selam Bawah Laut di Rhode Island.

Baca juga: 10 Kapal Perang dan 2 Kapal Selam AS Berlayar ke Suriah

Dilansir dari The Telegraph, materi yang dicuri meliputi data sebesar 614 gigabit yang berkaitan dengan sebuah proyek dengan nama "Sea Dragon".

Data tersebut mencakup informasi mengenai sinyal, data sensor, informasi ruang radio kapal selam terkait sistem kriptografi dan data kepustakaan perang elektronik unit pengembangan kapal selam Angkatan Laut.

Sejumlah data lain yang turut dicuri tidak diungkap oleh media berdasar kesepakatan dengan Angkatan Laut AS, karena pengungkapan informasi tersebut berdampak pada keamanan nasional.

"Data yang dicuri tersebut sangat sensitif meski disimpan dalam jaringan tak terklasifikasi milik kontraktor," kata sumber pejabat AS dikutip surat kabar tersebut.

Angkatan Laut AS menolak berkomentar mengenai kasus ini. Mereka hanya menyatakan, sesuai dengan peraturan federal, ada langkah-langkah yang harus diambil perusahaan dengan menginformasikan kepada pemerintah saat terjadi insiden siber.

Baca juga: Pejabat AS Sebut Peretas Rusia Serang Qatar, Picu Krisis Diplomatik

Sementara dari Juru bicara Kedutaan Besar China di Washington mengatakan, Pemerintah China tidak mengetahui tentang laporan peretasan.

Meski demikian, ditambahkannya, Pemerintah China secara tegas menjunjung keamanan dunia maya dan menentang sekaligus memerangi segala bentuk serangan di dunia maya sesuai hukum yang berlaku.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

Internasional
Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X