China Mungkin Kirim Jet Tempur untuk Kawal Kim Jong Un

Kompas.com - 08/06/2018, 17:16 WIB
Pesawat kenegaraan Korea Utara yang membawa delegasi tingkat tinggi dari Pyongyang ke Korea Selatan selama perhelatan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018. Pesawat tipe IL-62 tersebut juga digunakan untuk pesawat jet khusus Kim Jong Un. AFP / KIM DOO HOPesawat kenegaraan Korea Utara yang membawa delegasi tingkat tinggi dari Pyongyang ke Korea Selatan selama perhelatan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018. Pesawat tipe IL-62 tersebut juga digunakan untuk pesawat jet khusus Kim Jong Un.
|

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China kemungkinan bakal mengirimkan sejumlah jet tempurnya untuk mengawal pesawat yang membawa pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menuju ke Singapura.

"Mengawal (seorang kepala negara dengan menggunakan jet tempur merupakan protokol keamanan tertinggi yang bisa disediakan angkatan udara," kata seorang sumber AU Korea Selatan kepada harian South China Morning Post.

"Jika China benar-benar menyediakan pengawalan, hal itu bisa jadi sekaligus menjadi pesan bagi aliansi AS-Korsel bahwa China mendukung rezim Korut," tambah sumber itu.

Kim Jong Un diketahui amat paranoid jika terkait keamanan pribadinya sehingga rute perjalanannya menuju Singapura hingga saat ini belum diketahui.

Baca juga: Tiba di Singapura, Kim Jong Un KW Diinterogasi Petugas Imigrasi

Namun, beberapa orang yang dekat dengan pengamanan  keluarga Kim mengatakan, Pyongyang akan mengambil "langkah ekstra" untuk memastikan keamanan sang pemimpin.

"Jumlah pengawal dan rute perjalanan menjadi prioritas utama Korea Utara selama Kim berada di Singapura," kata Lee Yun Keol, yang pernah bekerja di unit penagamanan pemimpin Korea Utara, sebelum membelot pada 2005.

"Kim nampanya akan memilih terbang ke Singapura melewati wilayah udara China untuk memastikan keamanannya, sehingga dia mendapatkan pengawalan dari China," tambah Lee.

Rute penerbangan yang digunakan seorang kepala negara saat melakukan kunjungan ke luar negeri biasanya dirancang dengan hati-hati dan amat dirahasiakan.

Sehingga tak aneh jika pesawat kenegaraan dikawal jet tempur saat melakukan kunjungan kerja. Demikian analis militer yang berbasis di Hongkong Song Zhongping.

Namun, lanjut Song, amat tak lazim adalah pengawalan pesawat tempur saat menuju ke wilayah udara negara ketiga.

"Biasanya, pesawat seorang kepala negara akan dikawal jet angkatan udara sebelum tiba di perbatasan dan biasanya negara tuan rumah akan mengirim jet tempurnya untuk menunggu di wilayah udara mereka," kata Song.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber SCMP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Internasional
Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Internasional
Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Internasional
Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Internasional
Dilecehkan 2 'Suami' di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Dilecehkan 2 "Suami" di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Internasional
Bantu Penyintas Gempa Filipina, Tim Dompet Dhuafa Bangun Huntara

Bantu Penyintas Gempa Filipina, Tim Dompet Dhuafa Bangun Huntara

Internasional
Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Internasional
Permintaan Suaka Dikabulkan, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Terbang ke Meksiko

Permintaan Suaka Dikabulkan, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Terbang ke Meksiko

Internasional
Australia Bersiap untuk 'Bencana' Kebakaran Hutan

Australia Bersiap untuk "Bencana" Kebakaran Hutan

Internasional
Pemimpin Hong Kong: Demonstran Kini adalah Musuh Rakyat

Pemimpin Hong Kong: Demonstran Kini adalah Musuh Rakyat

Internasional
Tiga Penampil Ditikam Pria Yaman di Arab Saudi

Tiga Penampil Ditikam Pria Yaman di Arab Saudi

Internasional
Pria di Singapura Akui Berhubungan Seks dengan Anak Tiri yang Berumur 15 Tahun

Pria di Singapura Akui Berhubungan Seks dengan Anak Tiri yang Berumur 15 Tahun

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Polisi Hong Kong Tembak Demonstran | Pengantin ISIS Ingin Pulang ke AS

[POPULER INTERNASIONAL] Polisi Hong Kong Tembak Demonstran | Pengantin ISIS Ingin Pulang ke AS

Internasional
Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup oleh Demonstran karena Masalah Identitas

Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup oleh Demonstran karena Masalah Identitas

Internasional
Diminta Berhenti Minum-minum, Pria di India Memenggal Kepala Istrinya

Diminta Berhenti Minum-minum, Pria di India Memenggal Kepala Istrinya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X