PM Israel: Kami Tak Ingin Menembak Demonstran Palestina, tapi...

Kompas.com - 07/06/2018, 21:58 WIB
Presiden Perancis Emmanuel Macron (kiri) berbincang dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Istana Elysee, Paris, Selasa (5/6/2018). AFP / PHILIPPE WOJAZERPresiden Perancis Emmanuel Macron (kiri) berbincang dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Istana Elysee, Paris, Selasa (5/6/2018).

LONDON, KOMPAS.com - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu berkata, pengunjuk rasa Palestina yang ada di Jalur Gaza adalah anggota Hamas.

Netanyahu menyampaikannya ketika hadir dalam sesi tanya jawab lembaga think tank Inggris, Policy Exchange, seperti dikutip Haaretz Kamis (7/6/2018).

PM berusia 68 tahun itu melakukan kunjungan ke Eropa selama empat hari, dan bertemu Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Perancis Emmanuel Macron, dan Perdana Menteri Inggris Theresa May.

Baca juga: Temui Netanyahu, PM Inggris Prihatin atas Korban Warga Palestina di Gaza

Saat itu, Netanyahu mendapat pertanyaah dari seorang hadirin mengapa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) harus menembak dengan peluru tajam ketika berhadapan dengan demonstran.

Si penanya berujar, mengapa tidak menggunakan peluru karet untuk melumpuhkan pengunjuk rasa yang berada di perbatasan.

"Jika memang harus menggunakan peluru tajam, mengapa IDF tidak menembaknya di kaki? Mengapa harus membunuhnya?" tanya hadirin tersebut.

Netanyahu menjawab, Israel telah mencoba meriam air maupun gas air mata untuk membubarkan demonstran. Namun, tidak ada gunanya.

"Faktanya, kami tidak berniat untuk membunuh siapa pun. Namun, Hamas ingin mereka mati," ujar PM yang akrab disapa Bibi tersebut.

Isu tentang jumlah korban warga Palestina yang tewas hingga 125 orang dalam demonstrasi pekan lalu juga menuai sorotan May.

"Kami sangat prihatin dengan banyaknya orang Palestina yang tewas,' ujar May kepada Netanyahu. Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson, sependapat.

"Israel harus melakukan penyelidikan yang transparan dan independen untuk mengetahui penyebab banyaknya pengunjuk rasa yang tewas," kata Johnson.

Adapun Macron menyebut pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) dari Tel Aviv ke Yerusalem 14 Mei lalu menyulut konflik, dan tidak memberi perdamaian sama sekali.

Baca juga: Militer Israel Ungkap Penyelidikan Awal Kematian Perawat Palestina

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Haaretz
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X