Kompas.com - 07/06/2018, 19:44 WIB
Foto yang diambil pada 29 Maret 2018 menunjukkan situasi kota Daraa di selatan Suriah. Wilayah Provinsi Daraa diyakini akan menjadi tujuan selanjutnya pasukan rezim Assad setelah membebaskan Ghouta Timur dari pemberontak. AFP/MOHAMAD ABAZEEDFoto yang diambil pada 29 Maret 2018 menunjukkan situasi kota Daraa di selatan Suriah. Wilayah Provinsi Daraa diyakini akan menjadi tujuan selanjutnya pasukan rezim Assad setelah membebaskan Ghouta Timur dari pemberontak.
|

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat akan mengembalikan seorang warganya yang diduga pernah bertempur bersama ISIS ke Suriah, meski sang tersangka mengajukan keberatan.

Langkah pemerintah AS ini dikecam sejumlah kelompok pembela hak-hak sipil dan menyebut keputusan ini sebagai hal yang memalukan.

Pria tersebut ditahan oasukan AS di Irak sejak dia ditangkap pasukan Kurdi pada 2017. Pembebasan akan dilaksanakan dalam waktu 72 jam, demikian harian The Washington Post.

Pria yang namanya tidak dipublikasikan itu, tumbuh besar di Arab Saudi serta  memiliki dua kewarganegaran Saudi dan AS.

Baca juga: Kelompok Kurdi Suriah Siap Berdialog dengan Rezim Assad

Dia ditangkap pasukan Tentara Demokratik Suriah (SDF) di sebuah pos pemeriksaan di Suriah pada September tahun lalu dan saat itu dia mengaku sebagai warga AS.

Serikat Kemerdekaan Sipil Amerika (ACLU), yang selama ini mendampingi pria tersebut, mengatakan sebagai warga AS pria tersebut seharusnya diadili di AS atau dibebaskan.

Sejumlah pejabat pemerintah AS mengatakan, tak memiliki cukup bukti untuk menjatuhkan dakwaan kepada pria itu.

ACLU menambahkan, pria tersebut bekerja sebagai jurnalis paruh waktu saat dia ditahan. Saat ditangkap pasukan Kurdi dia sebenarnya tengah melarikan diri dari kekerasan di Suriah.

"Mereka ingin membuang seorang warga AS ke sisi lain jalan di sebuah negara yang dikoyak perang tanpa adanya jaminan perlindungan dan identifikasi," kata pengacara ACLU, Jonathan Hafetz.

"Ini sama saja dengan menjatuhkan hukuman mati. Perjuangan kami untuk hak klien kami kini berubah menjadi upaya untuk menyelamatkan nyawanya," tambah Hafetz.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.