Kompas.com - 07/06/2018, 16:33 WIB
|

KOMPAS.com - Hubungan Iran dan Israel memang tidak pernah baik, tetapi belakangan semakin memburuk dengan kemungkinan batalnya kesepakatan nuklir Iran dan AS.

Para pemimpin Iran memperingatkan, jika kesepakatan nuklir itu bubar maka negeri tersebut akan melanjutkan proses pengayaan uranium.

Niat Iran melanjutkan proses pengayaan uranium ini dianggap Israel sebagai langkah yang akan membahayakaneksistensi negeri Yahudi tersebut.

Di sisi lain, Israel beberapa kali menggelar serangan untuk mendongkel pasukan Iran dari Suriah, di mana Teheran semakin menancapkan pengaruhnya.

Baca juga: Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

Meski banyak yang meyakini bahwa kedua negara tak akan terlibat perang secara langsung, tetapi miskalkulasi yang terus meningkatkan eskalasi tetap terjadi.

Kedua negara memiliki angkatan bersenjata yang cukup kuat dan jika terjadi konflik bersenjata di antara keduanya maka dipastikan konflik tersebut akan amat berdarah.

Iran, sebagai negara memiliki wilayah yang jauh lebih luas dan penduduk yang lebih banyak dibanding Israel.

Namun, wilayah luas dan penduduk banyak tidak serta merta berbanding lurus dengan kemampuan militer. Teknologi militer dan pengalaman merupakan faktor penentu lainnya.

Kemampuan teknologi jauh lebih penting di masa ketika jalannya perang amat ditentukan dengan kemajuan teknologi sebuah negara.

Saat ini, dua negara yang berperang tak perlu bertemu muka secara langsung. Kehancuran bisa dilakukan dari jarak jauh cukup dengan menekan beberapa tombol saja.

Israel adalah negara kecil dengan populasi hanya 8,5 juta jiwa, tetapi sepenjang sejarahnya Israel telah melalui sejumlah konflik demi memastikan eksistensinya sebagai negara.

Sejarah yang keras dikombinasikan dengan teknologi serta kedekatan dengan negara-negara Barat yang kuat membuat Israel menjadi salah satu negara dengan militer paling tangguh di dunia.

Baca juga: Turki Kecam Pengerahan Militer Israel dalam Bentrokan di Jalur Gaza

Menurut Global Firepower, Israel memiliki sekitar 170.000 personel militer aktif dan 445.000 personel cadangan.

Wajib militer diterapkan  untuk semua warga Israel berusia paling tidak 18 tahun, membuat negeri ini memiliki rakyat terlatih yang amat banyak dan bisa dikerahkan di saat perang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.