Biografi Tokoh Dunia: Pancho Villa, Bandit dan Pejuang Revolusi Meksiko

Kompas.com - 06/06/2018, 12:12 WIB
Pancho Villa (tengah) bersama pasukan revolusi Meksiko di Hacienda de Bustillos, Chihuahua, Meksiko, 1911. ENCYCLOPEDIA BRITANNICA / BAIN COLLECTION / LIBRARY OF CONGRESSPancho Villa (tengah) bersama pasukan revolusi Meksiko di Hacienda de Bustillos, Chihuahua, Meksiko, 1911.

Dengan Huerta yang menjabat posisi presiden, Villa membangun kerja sama dengan rekannya di masa lalu, yakni Emiliano Zapata dan Venustiano Carranza, untuk menggulingkan presiden baru.

Berbekal pengalaman sebagai pemimpin revolusi dan terlibat dalam sejumlah pertempuran, Villa memimpin pasukan militer Meksiko di utara selama masa pemberontakan.

Pasukan yang dipimpin Villa kemudian dikenal dengan nama Pasukan Divisi Utara. Mereka banyak melakukan pertempuran melawan pasukan rezim Huerta di wilayah perbatasan utara.

Masa-masa pemberontakan yang dipimpin Villa itu turut menarik perhatian negara barat, terutama AS yang kemudian mengabadikannya dalam foto dan pemberitaan.

Villa, yang sebelumnya sempat dikenal sebagai bandit dan dalam pelarian, ternyata menyambut baik niat negara barat yang ingin mengabadikan momen perjuangannya.

Baca juga: Tiga Mahasiswa di Meksiko Diculik dan Dimasukkan Larutan Asam

Bahkan, sebuah perusahaan perfilman Hollywood, pada 1913 mencapai kesepakatan dengan Villa untuk merekam jalannya pertempuran.

Pada 1914, pemberontakan Villa dan pasukannya berhasil menggulingkan Huerta dan Carranza diangkat sebagai presiden.

Revolusi di Meksiko belum berakhir sampai di sini karena sekali lagi terjadi pemberontakan setelah banyak pihak yang tak puas dengan kepemimpinan Carranza.

Villa kembali bekerja sama dengan Zapata dan didukung AS di bawah Presiden Woodrow Wilson berusaha menggulingkan Carranza.

Namun setelah Carranza memutuskan membawa Meksiko yang lebih demokratis, AS menarik dukungannya terhadap pemberontakan Villa.

Merasa kecewa dengan AS, Villa mengalihkan sasarannya pada warga Amerika.

Pada Januari 1916, Villa menculik dan membunuh 18 warga AS. Bulan Maret, dia bahkan melakukan serangan ke sebuah kota kecil di Columbus, New Mexico dan menewaskan 19 orang lainnya.

Baca juga: Dalam 3 Bulan, Sudah Ada 7.667 Korban Pembunuhan di Meksiko

Aksi yang dilancarkan kelompok Villa memicu kemarahan AS yang kemudian memerintahkan penangkapan terhadap pejuang revolusi itu.

Pensiun hingga Akhir Kehidupan

Dengan dukungan dari Presiden Carranza, upaya pencarian terhadap Villa hingga tahun 1919 belum membuahkan hasil. Sebaliknya, Carranza justru terbunuh pada 1920.

Menjabat sebagai Presiden Meksiko selanjutnya adalah Adolfo De la Huerta yang kemudian menawarkan Villa untuk menghentikan perlawanan dan akan diampuni.

Villa setuju dan akhirnya pensiun sebagai pejuang revolusi pada 1920.

Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 20 Juli 1923, di Parral, Meksiko, Villa terbunuh dalam baku tembak di tengah perjalanan kembali ke rumahnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X