Kompas.com - 04/06/2018, 20:56 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. AFP PHOTO/MANDEL NGANPresiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

SINGAPURA, KOMPAS.com - Pemerintah Singapura mulai melakukan pengamanan kawasan sekitar hotel yang menjadi calon lokasi pertemuan Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara (Korut).

Diwartakan Channel News Asia Senin (4/6/2018), dalam Government Gazette, kawasan sekitar Hotel Shangri-La ditutup pada 10-14 Juni.

Kawasan yang meliputi Dunearn Road, Paterson Road, Grange Road, dan Cluny Road ditetapkan sebagai "kawasan acara khusus".

Baca juga: Inilah Hotel Calon Lokasi Pertemuan Trump dan Kim di Singapura

Dalam keterangannya, Sekretaris Dalam Negeri Pang Kin Keong berujar penutupan empat hari tidak semata karena pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong Un saja.

"Sebelumnya, bakal dilakukan dialog antara perwakilan AS dan Korut serta segala aktivitas yang berhubungan dengan pertemuan," kata Pang.

Komisaris Polisi Hoong Wee Teck berkata, area yang lebih kecil di dalam kawasan tersebut telah ditetapkan sebagai "kawasan khusus".

Di kawasan khusus itu, polisi bakal melakukan inspeksi yang sangat ketat terhadap kendaraan dan warga yang tinggal di sana.

Barang-barang yang dilarang berada di area tersebut antara lain bendera, spanduk, suar, dan bahan-bahan yang mudah terbakar.

Shangri-La menjadi salah satu dari tiga hotel yang diyakini bakal menjadi tempat pertemuan Trump dan Kim 12 Juni nanti.

Dua hotel lainnya adalah The Fullerton di Marina Bay, dan Capella yang terletak di Pulau Sentosa.

Shangri-La tidak asing dengan perhelatan acara level internasional. Pada 1-3 Juni lalu, hotel bintang lima itu menjadi tuan rumah Shangri-La Dialogue.

Shangri-La Dialogue merupakan konferensi keamanan tahunan yang dihadiri oleh para menteri pertahanan dari seluruh dunia.

Sebelumnya, Trump telah mengumumkan bahwa pertemuannya dengan Kim bakal mengikuti jadwal 12 Juni pekan depan.

Keputusan itu dibuat setelah dia bertemu pejabat senior Korut sekaligus orang kepercayaan Kim, Kim Yong Chol, di Gedung Putih Jumat (1/6/2018).

Baca juga: Singapura Bakal Menanggung Biaya Keamanan Pertemuan Trump-Kim



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X