Anak-anak di Gaza Terancam Alami Gangguan Kejiwaan

Kompas.com - 04/06/2018, 15:37 WIB
Anak-anak Palestina tengah menghangatkan diri di luar rumah mereka di Beit Hanun, sebuah kota yang terletak di utara Jalur Gaza (28/1/2018). EPA Photo/Daily SabahAnak-anak Palestina tengah menghangatkan diri di luar rumah mereka di Beit Hanun, sebuah kota yang terletak di utara Jalur Gaza (28/1/2018).

GAZA CITY, KOMPAS.com - Sebuah kelompok pembela HAM anak menunjukkan dalam surveinya, anak-anak di Jalur Gaza terancam mengalami gangguan jiwa.

Marcia Brophy, konsultan kesehatan senior di Save the Children berujar, organisasinya melakukan wawancara dengan 150 anak berusia rata-rata 14 tahun, dan 150 pengasuh.

Diwartakan Al Jazeera Senin (4/6/2018), dilaporkan 95 persen dari anak-anak itu menunjukkan gejala seperti depresi, hiperaktif, kecenderungan menyendiri, dan agresif.

Baca juga: Israel Gempur Gaza Setelah Paramedis Palestina Tewas Ditembak

Dia berkata, mereka sudah menyaksikan konflik antara Israel dan Palestina yang terjadi pada 2008-2009, 2012, dan 2014.

11 tahun blokade yang dilakukan Mesir dan Israel membuat pengangguran meningkat ke 60 persen, dan tingkat kemiskinan dari dari 30 ke 50 persen.

"Kondisi anak-anak itu di ujung tanduk. Satu kejutan lagi bisa berdampak kepada konsekuensi negatif jangka panjang yang mereka terima," kata Brophy.

Dalam survei itu, 68 persen mengaku susah tidur, dan 78 persen selalu takut jika mendengar bunyi pesawat tempur lewat.

Salah satunya adalah remaja perempuan berusia 15 tahun bernama Samar. Dia selalu takut bakal menjadi korban serangan rudal selanjutnya.

"Kadang di suatu hari, saya selalu memikirkan ketakutan yang selalu terjadi kepada saya dan anak-anak yang lain," tutur Samar.

Dia membeberkan, konflik, serangan udara, maupun blokade yang dilakukan telah memupus sebuah ambisi, mimpi, dan kepribadiannya.

Direktur Save the Children untuk Palestina, Jennifer Moorehead, mengatakan komunitas internasional bertanggung jawab atas ancaman gangguan jiwa yang dialami anak-anak di Gaza.

Dia menyebut blokade menjadi akar masalah yang menghambat perkembangan anak-anak itu. Sebab, mereka tidak mendapat perlindungan yang mereka butuhkan.

Moorehead menuturkan, komunitas internasional harus mengenalkan psiko-sosial dan kesehatan mental di sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler.

"Melalui cara ini, ditambah kebijakan membuka blokade, bakal memberikan masa depan yang lebih baik bagi mereka," ucap Moorehead.

Baca juga: Anak-anak Turut Jadi Korban Tewas dalam Bentrokan di Gaza



Sumber Al Jazeera
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X