Kecanduan Judi "Online", Bocah di Inggris Habiskan Rp 1,4 Miliar - Kompas.com

Kecanduan Judi "Online", Bocah di Inggris Habiskan Rp 1,4 Miliar

Kompas.com - 04/06/2018, 11:32 WIB
ilustrasiPublic Domain via Pixabay ilustrasi

LONDON, KOMPAS.com - Seorang bocah berusia 13 tahun di Inggris membuat uang senilai 80.000 poundsterling atau sekitar Rp 1,4 miliar melayang begitu saja akibat kalah dalam judi online.

Bocah laki-laki yang diketahui kecanduan judi itu mencuri akun kartu kredit milik ayahnya untuk taruhan uang dalam website.

Dia terpikat setelah melihat iklan judi online saat menonton pertandingan sepak bola di Wembley.

Bocah asal Lancashire ini menggunakan ponsel untuk mengambil gambar kartu kredit bisnis perusahaan ayahnya dan mendaftar judi dengan akun orangtuanya.


Baca juga: Kecanduan Judi Online, Pria Ini Bawa Kabur Belasan Sepeda Motor

Anak muda yang tidak diidentifikasi ini mulai ikut ratusan taruhan selama sepekan pertandingan sepak bola dan pacuan kuda. Beberapa taruhan bahkan menyentuh angka 3.000 poundsterling atau Rp 55 juta dalam.

"Saya tidak tahu kalau judi bisa buat kecanduan seperti merokok, minum-minuman, atau narkoba. Judi terlihat menyenangkan, dan saya pikir saya bisa dapat uang juga," ucapnya, seperti diwartakan The Sun pada Minggu (3/6/2018).

Dia mengaku, mendaftar judi dengan identitas ayahnya, termasuk data pribadi dalam kartu kredit sang ayah.

Tagihan kartu kredit pada awalnya luput diketahui oleh perusahaan ayahnya.

Hingga pada akhirnya, pihak bank menghubungi perusahaan enam bulan kemudian dengan indikasi adanya penggelapan.

Baca juga: Kalah Rp 13 Miliar, Pria Ini Bakar Kios Penjual Lotere

Kepada orangtuanya, bocah laki-laki itu segera mengakui perbuatannya yang menggunakan uang sebesar 20.000 poundsterling atau Rp 371,3 juta.

Dia dikirim ke psikoterapi. Orangtuanya berpikir dia telah sembuh dari candu judi.

Namun, beberapa bulan kemudian dia pergi ke pesta judi selama seminggu dan bertaruh lebih dari 60.000 poundsterling atau Rp 1,11 miliar.

Kini, orangtuanya tidak akan percaya lagi kepadanya dan mereka terpaksa mengambil pinjaman untuk membayar tagihan kartu kredit.

"Saya minta maaf atas apa yang saya lakukan. Saya merasa mengacaukan segalanya dan kehidupan kami tidak akan pernah sama lagi," ungkapnya.

Baca juga: Polisi Thailand Pakai DNA untuk Buktikan Pemenang Lotere Rp 12 Miliar

Keluarga tersebut ingin membagikan kisah hal yang dialaminya guna memperingatkan orang lain tentang bahaya judi online.

Pemerintah menyatakan, sebanyak 25.000 anak-anak usia 11 hingga 16 tahun kecanduan judi online. Otoritas menyerukan pengetatan regulasi untuk menghindari anak-anak dari perjudian.



Close Ads X