Kompas.com - 03/06/2018, 18:26 WIB
Perempuan asal Perancis Melina Boughedir membawa putranya saat ia tiba di pengadilan Baghdad pada 19 Februari 2018. (AFP) Perempuan asal Perancis Melina Boughedir membawa putranya saat ia tiba di pengadilan Baghdad pada 19 Februari 2018. (AFP)

BAGHDAD, KOMPAS.com - Pengadilan Irak pada Sabtu (2/6/2018) menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup pada seorang perempuan asal Perancis karena bergabung dengan kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Dilansir dari AFP, Melina Boughedir, ibu dari empat anak ini pernah dijatuhi hukuman 7 bulan penjara pada Februari lalu atas tindakan masuk ke Irak secara ilegal.

Rencana, dia akan dideportasi ke Perancis, namun pengadilan lain memerintahkan kembali persidangannya di bawah undang-undang anti-teroris Irak.

Baca juga: Pendukung ISIS Ini Akui Rencanakan Serang Putra Pangeran William

Perempuan berusia 27 tahun itu dinyatakan bersalah karena menjadi anggota ISIS.

"Saya tidak bersalah," katanya kepada hakim dalam bahasa Perancis.

"Suami saya menipu saya, kemudian mengancam akan pergi bersama anak-anak jika saya tidak ikut dia ke Irak," ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada Kamis (31/5/2018), Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Yves Le Drian menyebut Boughedir sebagai teroris Daesh (ISIS) yang berperang melawan Irak sehingga harus diadili di negara tersebut.

Pernyataan itu mendorong pengacara Boughedir mengirim surat kepada Le Drian. Mereka mengecam tekanan pada sistem peradilan Irak.

Salah satu pengacara Boughedir yang juga berasal dari Perancis, William Bourdon, mengatakan, keluarga kliennya dan timnya ingin dia kembali ke Perancis untuk menghadapi pengadilan di sana.

Boughedir ditangkap pada musim pana 2017 di Mosul, ibu kota yang dulu dikuasai ISIS.

Baca juga: 65 Komandan ISIS Terkepung di Eufrat

Suaminya diyakini tewas dalam operasi besar oleh pasukan Irak yang didukung koalisi pimpinan Amerika Serikat untuk merebut kembali kota itu dari kendali ISIS.

Pada April lalu, pengadilan Irak juga menghukum perempuan asal Perancis lainnya, Djamila Boutoutaou, seumur hidup di penjara karena menjadi anggota ISIS.

Boutoutaou mengklaim, dia juga telah ditipu oleh suaminya. Puluhan warga Perancis yang diduga telah bergabung dengan ISIS diyakini berada di tahanan Irak dan Suriah, termasuk anak di bawah umur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.