Jepang Desak Dunia agar Tetap Beri Sanksi ke Korut

Kompas.com - 02/06/2018, 19:11 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un AFP Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un

TOKYO, KOMPAS.com - Jepang mendesak komunitas internasional untuk mempertahankan sanksi dan pengawasan kepada Korea Utara ( Korut) tetap dilaksanakan.

Menteri Pertahanan Jepang, Itsunori Onodera berkata, Korut mempunyai reputasi negatif dalam hal memegang komitmen.

Onodera, dikutip Al Jazeera Sabtu (2/6/2018), menjelaskan Pyongyang pernah menyetujui untuk melucuti nuklirnya pada 1994.

Baca juga: Trump Siratkan Tak Bakal Beri Sanksi Tambahan ke Korut

Namun, klaim Onodera, Pyongyang ternyata melakukan pengembangan nuklir secara rahasia hingga uji coba bom hidrogen dan rudal balistik pada 2017 lalu.

"Sejarah terulang kembali. Korut mengumumkan denuklirisasi, namun pada akhirnya merusak segala usaha untuk melakukan perdamaian," kritik Onodera.

Karena itu, Onodera meminta kepada dunia agar tidak mengendurkan tekanan hanya karena Pyongyang bersedia melakukan dialog.

Pernyataan Onodera mendapat sanggahan dari Menteri Pertahanan Korea Selatan (Korsel), Song Young Moo, yang meyakini tidak ada alasan meragukan perkataan Pemimpin Korut Kim Jong Un.

Song berujar, hanya karena Korut pernah menipu dunia di masa lalu, bukan berarti mereka bakal melakukannya kembali di masa depan.

"Jika kita masih tetap menaruh curiga, saya rasa kita tidak akan pernah bisa bernegosiasi, apalagi berdamai dengan mereka," tegas Song.

Adapun China melalui Kementrian Luar Negeri sependapat dengan Korsel. Mereka berkata, pertemuan Kim dan Presiden AS Donald Trump kunci penting melakukan denuklirisasi.

Sebelumnya, Trump mengumumkan bahwa pertemuannya dengan Trump bakal tetap terlaksana di Singapura pada 12 Juni mendatang.

Pernyataan itu disampaikan Trump setelah dia melangsungkan pertemuan dengan pejabat Korut Kim Yong Chol di Gedung Putih.

Pertemuan yang berlangsung sekitar 90 menit tersebut berisi penyerahan amplop raksasa yang diyakini berisi surat Kim kepada Trump.

Baca juga: Pyongyang Bantah Pembicaraan Damai karena Tekanan Sanksi AS

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Al Jazeera
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X