Dianggap Tak Sesuai Budaya, Denmark Larang Penggunaan Burka

Kompas.com - 31/05/2018, 18:49 WIB
Ilustrasi burka DPA via DWIlustrasi burka

KOPENHAGEN, KOMPAS.com - Mayoritas anggota Parlemen Denmark dilaporkan mengesahkan undang-undang yang melarang pemakaian burka dan niqab di kawasan publik.

Dilaporkan The Local Denmark Kamis (31/5/2018), peraturan itu disahkan dengan perbandingan suara 75-30, dengan 74 suara absen.

Peraturan ini bakal disahkan pada 1 Agustus mendatang, dengan denda 1.000 kroner, sekitar Rp 2,1 juta, bagi perempuan yang ketahuan menggunakan burka dan niqab itu.

Baca juga: UU Anti-Burka, Pria Berkostum Maskot Hiu Pun Dikenai Sanksi

Denda tersebut bakal meningkat hingga 10.000 kroner, sekitar Rp 21,8, jika melakukan pelanggaran lebih dari empat kali.

Juru bicara bidang imigrasi Martin Henriksen berkata, pemerintah tidak melarang hak seseorang untuk bebas berbusana.

"Namun, parlemen menganggap burka dan niqab tidak sesuai dengan budaya Denmark, dan pondasi yang dibuat oleh masyarakat kami," kata Henriksen.

Menteri Kehakiman Soren Pape Poulsen berkata, jika UU itu resmi diberlakukan, dia meminta polisi tidak memaksa perempuan untuk mencopot burka-nya.

"Jika mereka kebetulan tidak jauh dari tempat tinggal mereka, kami bakal meminta mereka pulang. Jika masih melanggar, bakal kami denda," tegas Poulsen dilansir Politiken April lalu.

UU yang disahkan oleh Parlemen Denmark itu mendapat kritikan dari Direktur Amnesty International Eropa, Gauri van Gulik.

Dikutip The Guardian, Van Gulik menegaskan setiap perempuan seharusnya diperbolehkan mengenakan pakaian sesuai dengan identitas dan kepercayaan mereka.

"UU ini merupakan bentuk pelanggaran kebebasan, dan kriminalisasi terhadap perempuan atas pilihan mereka berpakaian," kecam Van Gulik.

Perancis menjadi negara pertama di Eropa yang mengesahkan larangan penggunaan burka ketika parlemen mereka menerbitkan UU itu di 2011.

Baca juga: Terkait Larangan Niqab dan Burka, Polisi Austria Tindak Pemakai Topeng



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X