Menlu Rusia Bertemu Kim Jong Un di Pyongyang

Kompas.com - 31/05/2018, 18:12 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) ketika berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Pyongyang Kamis (31/5/2018). TASS/Valery SharifulinPemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) ketika berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Pyongyang Kamis (31/5/2018).

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara ( Korut) Kim Jong Un menerima Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov Kamis (31/5/2018).

Seperti dilaporkan TASS, dengan tersenyum Lavrov berfoto sambil berjabat tangan dengan pemimpin yang berkuasa sejak 2011 tersebut.

Lavrov datang atas undangan Menteri Luar Negeri Korut Ri Yong Ho, dan menjadi Menlu Rusia pertama yang berkunjung ke sana sejak 2009.

Adapun KCNA via Yonhap melaporkan, kedatangan Lavrov untuk merayakan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Rusia dan Korut.

Baca juga: Kim Jong Un: Pertemuan dengan Trump Peluang Akhiri Konfrontasi

Lavrov dan Ri bakal mendiskusikan sikap maupun kerja sama dua negara dalam bidang pembangunan di masa depan," tulis Kemenlu Rusia.

Selain itu, kunjungan menteri 68 tahun tersebut terjadi jelang pertemuan Kim dengan Presiden AS Donald Trump di Singapura 12 Juni mendatang.

Lavrov ingin mendengar langsung dari Ri terkait situasi di Semenanjung Korea, termasuk pertemuan dengan Korea Selatan (Korsel) pekan lalu.

Dalam pernyataannya pasca-pertemuan, Lavrov menegaskan solusi di Semenanjung Korea tidak akan tercapai jika dunia masih memberikan sanksi kepada Korut.

"Perkembangan usaha untuk mencapai solusi ini tidak akan jauh jika negosiasi yang ditampilkan hanya satu pihak saja," tegas Lavrov.

"Kami percaya, isu denuklirisasi di Semenanjung Korea hanya bisa diselesaikan setelah sanksi kepada mereka dicabut terlebih dahulu," lanjutnya.

Pada September 2017, Dewan Keamanan PBB memberikan sanksi berat kepada Korut menyusul uji coba bom hidrogen yang mereka lakukan.

Dalam sanksi tersebut, DK PBB membatasi impor minyak mentah Korut hanya 500.000 barel pada periode 1 Oktober hingga 31 Desember 2017.

Selain itu, DK PBB juga melarang negara lain mengimpor sumber daya alam Korut seperti besi, batu bara, dan hasil laut.

Baca juga: Kim Jong Un Khawatir jika Tinggalkan Korut, Bakal Terjadi Kudeta

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Yonhap,TASS
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X