Kim Jong Un Khawatir jika Tinggalkan Korut, Bakal Terjadi Kudeta

Kompas.com - 31/05/2018, 17:26 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sedang berbicara dengan Hwang Pyong So dalam sebuah acara kenegaraan beberapa waktu lalu. AFPPemimpin Korea Utara Kim Jong Un sedang berbicara dengan Hwang Pyong So dalam sebuah acara kenegaraan beberapa waktu lalu.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Seorang pembelot Korea Utara ( Korut) berkata, Kim Jong Un gugup karena bakal meninggalkan negaranya.

Dilansir Chosun Ilbo Kamis (31/5/2018), Kim khawatir jika dia pergi, maka Korut bakal terjadi kudeta untuk menggulingkan kekuasaannya.

Pembelot yang mengklaim mantan petinggi di Partai Buruh itu berujar, Kim memang telah meninggalkan Korut dan berkunjung ke China sebanyak dua kali.

Baca juga: Kim Jong Un: Pertemuan dengan Trump Peluang Akhiri Konfrontasi

Namun, Kim bakal meninggalkan Korut dan menuju ke Singapura yang berjarak sekitar 5.000 kilometer untuk bertemu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

"Ini merupakan perjalanan terjauh Kim semenjak dia mengambil alih kekuasaan di Korut pada 2011. Saya yakin dia khawatir akan beberapa hal," kata pembelot itu.

Kekhawatiran terjadi karena selama ini, dia hanya membagikan jadwal kunjungannya ke sejumlah pejabat Partai Buruh yang dia percaya.

Media-media pemerintah seperti KCNA maupun Rodong Sinmun melakukan publikasi setelah Kim selesai melakukan kunjungan tersebut.

Namun, pertemuan Kim dengan Trump di Singapura telah diumumkan bakal dilaksanakan pada 12 Juni mendatang.

"Jika ada faksi yang tidak suka dengan rezim Kim, mereka tahu persis kapan bakal melakukan kudeta," kata pembelot anonim itu.

Karena itu, pemerintah mulai melakukan langkah untuk membendung potensi terjadinya kerusuhan ketika Kim bertolak ke Singapura.

Harian Jepang, Asahi Shimbun memberitakan, salah satu langkahnya adalah mengedarkan video Kim menitikkan air mata.

"Video yang sengaja diedarkan tersebut bertujuan menunjukkan kepada rakyat Korut Kim sangat serius dalam melucuti senjata nuklirnya saat pertemuannya dengan Trump digelar," bebernya.

Baca juga: Kim Jong Un Punya Rencana Cadangan jika Pertemuan dengan Trump Gagal

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

Internasional
Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Internasional
Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Internasional
Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Internasional
Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Internasional
Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Internasional
Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Internasional
Manajer Pemakzulan: Trump Menyalahgunakan Kekuasaan secara Berbahaya

Manajer Pemakzulan: Trump Menyalahgunakan Kekuasaan secara Berbahaya

Internasional
Tiga Negara Asia Tenggara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Tiga Negara Asia Tenggara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Capai 25 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Capai 25 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Singapura Umumkan Kasus Virus Corona | Trump Dianggap Menipu demi Pilpres AS 2020

[POPULER INTERNASIONAL] Singapura Umumkan Kasus Virus Corona | Trump Dianggap Menipu demi Pilpres AS 2020

Internasional
Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X